Rahbar: Pawai Arbain Gemakan Pesan Global Huseini !
-
Pertemuan Ayatullah Khamenei dengan penjamu peziarah Arbain Imam Husein
Pada hari ke-18 bulan Muharram, sekelompok penjamu Irak para peziarah Imam Hussein pada acara arbain bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei di Husseiniyah Imam Khomeini, Tehran.
Ayatullah Khamenei menilai pertemuan itu sangat berkesan dan bersejarah. Beliau mengatakan, "Kata pertama saya ucapan terima kasih dengan sepenuh hati, atas nama bangsa Iran untuk Anda semua para dermawan penjamu peziarah Arbain yang telah menunjukkan martabat dan kerendahan hati tertinggi. Saya juga berterima kasih kepada semua rakyat dan pejabat pemerintah Irak yang telah memberikan landasan bagi gerakan besar ini dengan menyediakan keamanan. Saya menyampaikan terima kasih kepada para ulama dan pejabat pemerintah Irak."
Arbain Husseini adalah peringatan hari ke-40 kesyahidan Imam Hussein yang telah diperingati selama bertahun-tahun oleh para para pengikutnya dari berbagai penjuru dunia. Fitur dari pawai ini adalah partisipasi semua manusia yang mencintai kebebasan dan mencari keadilan dari berbagai bangsa dunia. Lebih dari 3 juta orang berkumpul di satu tempat untuk dengan mengusung prinsip kedamaian, persaudaraan dan pengabdian, yang menjadikan perjuangan Imam Husein sebagai porosnya.
Pemimpin besar Revolusi Islam Iran menyebut pawai Arbain sebagai dasar bagi penyebaran perjuangan Hussein, dengan mengatakan, "Kita tidak menemukan zaman ini, bahkan dalam sejarahpun, kita tidak menemukan gerakan masyarakat seperti itu. Sebuah gerakan yang semakin besar setiap tahun. Ini peristiwa unik. Gerakan Husseini ini berkontribusi terhadap penyebaran perjuangan Imam Hussein. Pawai tahunan dari Najaf ke Karbala menjadi gerakan internasional; ini menjadi perhatian orang-orang di dunia; Imam Hussein dan perjuangan Husseini menjadi gerakan internasional berkat gerakan global yang hebat ini,".
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran memuji para penjamu peziarah arbain, dengan mengatakan, "Di dunia sekarang ini, hal-hal seperti itu luar biasa. Sebagaimana pawai arbain dalam sejarah sendiri tidak tiada taranya, kedermawanan Anda juga tiada taranya. Anda telah menunjukkan martabat Islam dan Arab dalam perilaku dan perbuatan Anda, dan semua orang yang mencintai Sayyid al-Syuhada, tenggelam dalam kecintaaan kepada Hussein bin Ali,".
Pemimpin Revolusi Islam menggambarkan Iran dan Irak, sebagai dua negara yang memiliki ikatan hati dan sejiwa. Rahbar menjelaskan, "Kita - Iran dan Irak - adalah dua negara yang memiliki ikatan; tubuh kita, hati kita, jiwa kita. Pengikatnya adalah iman kepada Allah swt dan kecintaan kepada Ahlul Bait, cinta kepada Hussein bin Ali yang terus meningkat dari hari ke hari. Musuh bersekongkol, tetapi konspirasi musuh gagal,".
Beliau menegaskan, "Selama 40 tahun terakhir sejak awal Revolusi Islam, AS dan loyalis serta tentara bayarannya telah merancang, mengoperasikan, membelanjakan uang untuk mengancam, dan memboikot Republik Islam selama empat puluh tahun. Tapi di hadapan mata buta mereka, benih Revolusi Islam ini telah tumbuh besar yang "akarnya kuat dan rantingnya menjulang kelangit (Surat Ibrahim ayat 2),".
Imam Hussein adalah cucu dari Nabi Muhammad Saw yang tidak bersedia berbaiat kepada Yazid. Dari sudut pandang Imam Hussein, Yazid adalah seorang yang lalim dan korup, dan mendukung pemikiran anti-Islam, sehingga tidak layak menjadi pemimpin umat Islam.
Imam Hussein bangkit melawan pemerintahan lalim semacam Yazid itu, dan menciptakan epos abadi dengan pengorbanan dan pengabdian bersama keluarga dan pengikut setianya. Kini, spirit kecintaan terhadap Imam Hussein menjadi kekuatan besar yang tiada bandingannya dalam sejarah.
Ayatullah Ali Khamenei mengungkapkan, "Kini saatnya kita mengenalkan Hussein bin Ali kepada dunia; dunia yang penuh kekejaman, korupsi, dan kebrutalan membutuhkan pengetahuan mengenai spirit kebebasan dan kemerdekaan Hussein. Jika Imam Hussein diperkenalkan dengan benar, Islam dan Al-Qur'an benar-benar diperkenalkan hari ini. Orang-orang di dunia, terutama kaum mudanya, serta bangsa-bangsa menanti datangnya kebenaran yang demikian. "
"Logika Hussein bin Ali adalah logika membela hak, logika melawan penindasan, arogansi dan kesesatan serta kesombongan. Ini adalah logika Imam Hussein. Hari ini dunia membutuhkan logika ini Ketika hari ini dunia menyaksikan berkuasanya kelaliman, korupsi, dan kerusakan; pesan Imam Husein menyelamatkan dunia dan gerakan Arbain menyampaikan pesan ini ke seluruh penjuru dunia, dan dengan rahmat dan izin Allah, gerakan ini kian hari semakin kuat."
Ayatullah Khamenei menggambarkan pawai besar Arbain sebagai manifestasi dari aliran darah Imam Hussein dan pesan Asyura setelah 1400 tahun berlalu. Rahbar berkata, "Arbain telah mengglobal dan akan semakin dikenal di dunia. Ini adalah darah Hussein bin Ali yang masih mengalir segar setelah 1400 tahun berlalu. Ini adalah pesan Asyura yang dikumandangkan Zainab Kubra, dan hari ini semakin tersebar ke seluruh penjuru dunia. "
Rahbar menjelaskan, "Hussein milik umat manusia. Kami kaum Syiah bangga mengikuti jalan Imam Hussein, tetapi Imam Hussein bukan milik kami sendiri, tapi juga mazhab-mazhab Islam, Syiah maupun Sunni semuanya berada di bawah panji Imam Hussein. Bahkan mereka yang tidak memeluk Islam sekalipun ikut serta dalam pawai besar ini, dan rantai ini terus bersambung hingga Insya Allah,menjadi bukti Tuhan yang hebat yang diperlihatkantentang keagungan-Nya. Ketika musuh-musuh Islam dan umat Islam bekerja dengan segala cara menggunakan beragam macam alat, dari uang, politik, senjata dan lainnya untuk melawan umat Islam, Tuhan Yang Maha Kuasa tiba-tiba memperbesar peristiwa pawai Arbain. Ini adalah ayat ilahi, itu adalah tanda kehendak ilahi mengenai kemenangan umat Islam yang menunjukkan bahwa Allah swt berkehendak menjadikan umat Islam jaya. ”
Pemimpin Besar Revolusi Islam mengajak para pemikir dan ahli budaya untuk berpartisipasi dalam merancang gerakan besar ini. Rahbar berkata,"Pawai Arbain dapat membuka jalan untuk mewujudkan tujuan besar umat Islam, yaitu pembentukan peradaban Islam yang besar dan modern. Oleh karena itu ikatan yang kuat harus dibangun. Pawai ini diikuti oleh seluruh umat Islam, baik Syiah dan Sunni, dan beragam bangsa dan etnis yang berbeda. Jika kapasitas besar negara-negara Islam di Asia Barat dan Afrika Utara bersatu dan diwujudkan dalam tindakan nyata, maka makna martabat ilahi yang sesungguhnya dan peradaban Islam yang agung bisa dimunculkan kepada dunia,".
Pada prinsipnya, semua gerakan reformasi besar dan revolusi pembebasan, tanggung jawab yang paling sensitif berada di pundak para aktivis muda. Dalam gerakan Asyura, peran yang paling penting dan menentukan dimainkan oleh pasukan muda dan pemberani.
Titik balik dari sambutan luar biasa pawai Arbain adalah kehadiran luas kaum muda. Kreativitas dan inovasi generasi muda dalam pawai arbain Husseini menjadi perhatian. Mereka memberikan pelayanan dengan cara khusus untuk para peziarah Arbain sesuai dengan kemampuan yang bisa mereka berikan. Antusiasme anak-anak muda yang kreatif dan peran mereka yang aktif dalam menyelenggarakan pawai internasional Arbain sangat unik.
Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut ketangguhan Irak berhutang besar banyak kepada kehadiran kaum muda di negara ini, termasuk para penjamu peziarah Imam Husein. Rahbar mengungkapkan, "Selama beberapa tahun terakhir, para pemuda Irak telah menunjukkan kekuatannya untuk melindungi bangsa dan negara dari konspirasi global, dan hal ini sangat berharga. Para pemuda Irak bisa menangkal konspirasi internal terbesar yang dapat menyebabkan perang saudara di Irak. Konspirasi Daesh dan Takfiri bukanlah konspirasi kecil; uang itu digelontorkan, rencana dibuat untuk mengubah Irak sebagai negara Arab dan Islam menjadi medan perang Syiah dan Sunni; Tapi para pemuda Irak dengan dukungan fatwa para marja Irak mampu melindungi dan menggagalkan konspirasi tersebut,".
Di penghujung pidatonya, Rahbar menekankan, "Kami berterima kasih banyak, dan kami ingat ungkapan besar dari penyair Arab, "Jika Anda menghormati orang yang mulia, maka Anda akan menjadi pemilik kemuliannya." (PH)