Lintasan Sejarah 16 Februari 2020
-
16 Februari 2020
Hari ini, Ahad , 16 Februari 2020 bertepatan dengan 21 Jummadil Tsani 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Bahman 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Muhsin bin Ali Tanukhi Wafat
1057 tahun yang lalu, tanggal 21 Jumadil Tsani 384 HQ, Muhsin bin Ali Tanukhi, seorang sastrawan dan sejarawan muslim, meninggal dunia pada usia 55 tahun.
Muhsin bin Ali memiliki kemampuan yang tinggi dalam syair dan sastra. Dalam waktu yang sangat singkat, ia menghasilkan banyak karya sastra. Tanukhi memperlajari ilmu dan agama yang berkembang di zamannya dalam waktu yang singkat. Setelah itu dia bekerja di bidang peradilan.
Di antara karya-karyanya adalah buku "Al-Faraj ba'das-Syiddah" yang berisi kumpulan fakta sejarah dan sosial yang ditulisnya dengan teliti dan gaya penulisannya yang khas.
Wafatnya Faqih dan Filsuf, Ayatullah Sheikh Abdolhossein Rashti
66 tahun yang lalu, tanggal 27 Bahman 1332 HS, Ayatullah Sheikh Abdolhossein Rashti meninggal dunia dalam usia 79 tahun dan dimakamkan di pekuburan Wadi al-Salam, Najaf.
Ayatullah Sheikh Abdolhossein bin Isa Rashti lahir pada tahun 1253 Hs di kota Karbala. Semasa kecil ia mengikuti ayahnya ke kota Rasht dan mulai belajar agama tingkat dasar dan menengah di kota ini. Pada usia 20 tahun, Sheikh Abdolhossein Rashti pergi ke Tehran dan belajar kepada guru-guru besar seperti Sheikh Mohammad Hassan Ashtiani dalam bidang fiqih dan ushul fiqih. Ia juga belajar filsafat dan teologi kepada Sheikh Ali Nouri, Sayid Shihab ad-Din Tabrizi Shirazi dan Mirza Abolhassan Jelveh. Bersamaan dengan usahanya menuntut ilmu, Ayatullah Abdolhossein Rashti juga mengajar bahasa Arab.
Setelah tinggal selama 10 tahun di Tehran, Ayatullah Abdolhossein Rashti pergi ke Najaf dan ikut kuliah para guru besar di sana seperti Akhond Mulla Mohammad Kazem Khorasani, Sheikh al-Syariah Isfahani, Sayid Mohammad Kazem Yazdi sehingga mencapai derajat ijtihad. Setelah itu beliau sendiri mengajar fiqih tingkat tinggi khusus bagi para calon mujtahid.
Ayatullah Abdolhossein Rashti meninggalkan banyak karya ilmiah seperti penjelasan Kifayah al-Ushul, catatan pinggir al-Asfar, catatan pinggir Jawahir al-Kalam dan al-Makasib.
Castro Pimpin Kuba
61 tahun yang lalu, tanggal 16 Februari 1959, pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro, diangkat menjadi perdana menteri (PM) menggantikan Jose Miro Cordoba. Jabatan itu menjadi awal Castro untuk memimpin Kuba selama 49 tahun hingga dia pensiun sebagai presiden pada Februari 2008.
Cordoba mengundurkan diri pada 14 Februari 1959 setelah menjabat PM selama hampir satu setengah bulan. Pengunduran diri Cordoba dilakukan untuk mencegah perpecahan dalam pemerintahan baru Kuba.
Castro adalah pemimpin "Angkatan Bersenjata 26 Juli" yang berhasil menggulingkan rezim Batista pada 1 Januari 1959. Sehari setelah Batista lari ke luar negeri, Castro diangkat menjadi panglima angkatan bersenjata Kuba.
Saat disumpah menjadi perdana menteri, Castro masih mengenakan seragam kebesarannya, yakni baju dan topi tentara berwarna hijau, serta jenggot lebat yang menjadi ciri khasnya selama ini.
Fidel Castro menjabat perdana menteri Kuba selama lima bulan. Pada 18 Juli 1959, ia mengajukan pengunduran diri namun ditolak oleh kabinet Kuba. Sebaliknya, kabinet malah meminta Castro menjadi presiden menggantikan Manuel Urrutia, Presiden Kuba saat itu, yang dipaksa mengundurkan diri.
Selama 50 tahun Castro menjadi penguasa di Kuba. Dia menjadi momok bagi sejumlah presiden Amerika Serikat. Castro pun berkali-kali lolos dari upaya pembunuhan dan kudeta.
Seiring dengan usianya yang kian uzur dan kesehatannya yang mulai menurun, Castro undur dari tampuk kekuasaan. Dia mundur sebagai presiden pada 19 Februari 2008 dan sebagai Sekretaris Pertama Partai Komunis Kuba pada 19 April 2011. Fidel Castro meninggal dunia pada 25 November 2016 dalam usia 90 tahun.