Okt 09, 2020 15:25 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 9 Oktober 2020

Hari ini, Jumat 9 Oktober 2020 bertepatan dengan 21 Safar 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 18 Mehr 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

 

Kitab Miftahul Falah, Karya Syaikh Bahai Selesai Disusun

391 tahun yang lalu, tanggal 21 Shafar 1051 HQ, penulisan kitab Miftahul Falah selesai dikerjakan oleh Syaikh Bahai, seorang ilmuwan muslim terkemuka.

Penulisan ini dilakukan di kota Ganjeh yang terletak di kawasan Kaukasus. Penerjemahan kitab Miftahul Falah ke dalam bahasa Persia dilakukan oleh Shadraiy Tabrizi, seorang ahli hadis abad ke-11 Hijriah dan memberi nama kitab terjemahan itu dengan nama Adab-e Abasi.

Kitab Miftahul Falah terdiri dari enam bab yang berisi penjelasan mengenai amal-amal dan doa-doa di berbagai waktu dalam sehari semalam.

 

Che Guevara Dihukum Mati

53 tahun yang lalu, tanggal 9 Oktober 1967, Ernesto Che Guevara, seorang revolusioner Amerika Latin, beserta sejumlah kawan-kawan seperjuangannya dihukum mati oleh pemerintah Bolivia.

Guevara dilahirkan di Argentina pada tahun 1928. Sikap revolusionernya muncul tatkala menyaksikan kemiskinan dan diskriminasi yang meluas di negaranya. Pada masa mudanya, ia berkenalan dengan Fidel Castro di Meksiko. Mereka berdua kemudian bahu-membahu memimpin revolusi Cuba hingga meraih kemenangan.

Setelah itu, Castro menjadi pemimpin di Cuba hingga kini. Sementara itu Guevara pergi ke Bolivia pada tahun 1959. Di sana ia mendirikan organisasi gerilyawan menentang pemerintahan setempat yang dikuasai oleh AS. Akhirnya pada tahun 1967, Che Guevara ditangkap oleh tentara pemerintah untuk kemudian dihukum mati.

 

Solthan Al-Wa’izhin Wafat

49 tahun yang lalu, tanggal 18 Mehr 1350 HS, Sayid Mohammad Solthan al-Wa’izhin Shirazi meninggal dunia pada dalam usia 75 tahun di Tehran dan dikebumikan di pekuburan umum Abu Hossein.

Sayid Mohammad Shirazi anak Asyraf al-Wa’izhin yang lebih dikenal dengan Akbar Shah, lahir di Tehran kira-kira tahun 1275 HS. Ia menyelesaikan pendidikan dasar hauzah di Tehran dan di usia 12 tahun mengikuti ayahnya ke Irak. Selama dua tahun tinggal di Karbala dan menyelesaikan pendidikan menengah hauzah. Setelah itu bersama ayahnya pergi ke kota Kermanshah dan berdakwah di sana.

Sayid Mohammad untuk kedua kalinya pergi ke Irak untuk menyempurnakan pendidikan agama tingkat tingginya dan setelah itu melakukan perjalanan ke Palestina, Yordania, Mesir dan India. Ia bertemu dengan banyak agama lain seperti Yahudi, Kristen, Brahma dan juga mazhab Ahli Sunnah dan bertukar pikiran dengan mereka.

Al-Wa’izhin Shirazi melakukan dialog dengan dua ulama Ahli Sunnah di Peshawar selama 10 malam dan setiap malamnya lebih dari delapan jam melakukan dialog dengan dihadiri oleh Mahatma Ghandi. Peristiwa dialog ini dipublikasikan oleh seluruh koran India waktu itu dan isinya kemudian dibukukan dengan nama Shabha-ye Peshavar.

Selain buku itu, al-Wa’izhin Shirazi juga meninggalkan karya-karya ilmiah seperti Sad Maqaleh Solthani dar Radde Bar Yahud va Nasara dan Gorouh Rastegaran atau Firqah Najiah dalam dua jilid.