Lintasan Sejarah 9 Juni 2021
Hari ini Rabu, 9 Juni 2021 bertepatan dengan 28 Syawal 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 19 Khordad 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Sinai Ghaznawi Lahir
975 tahun yang lalu, tanggal 28 Syawal 467 HQ, Majdud bin Adam, yang terkenal dengan nama Sinai Ghaznawi, seorang penyair sufi terkenal Iran, terlahir ke dunia di kota Ghaznein, yang dulu merupakan bagian dari kawasan Iran dan kini menjadi bagian dari Afghanistan.
Awalnya, Ghaznawi menulis syair-syair yang memuji para sultan, namun akhirnya dia beralih kepada kehidupan sufi dan menyusun syair-syair yang mengkritik kezaliman penguasa. Di antara karya Ghaznawi yang terpenting adalah "Hadiqatul Haqiqah" atau "taman hakikat" yang berisi syair-syair dalam bentuk matsnawi dan mengandung nilai-nilai akhlak dan sufisme.
Kebakaran di Universitas Aljir
59 tahun yang lalu, tanggal 9 Juni tahun 1962, terjadi kebakaran besar di Universitas Aljir, Aljazair yang menghanguskan lebih dari 500 ribu buku berharga di perpustakaan universitas ini.
Pembakaran universitas Aljir termasuk perpustakaannya itu, dilakukan oleh tentara rahasia Perancis.
Kebakaran di Universitas Aljir merupakan salah satu dari serangkaian kebakaran di Aljazair yang terjadi pada hari yang sama, yang dilakukan oleh tentara rahasia Perancis. Tentara rahasia Perancis adalah tentara yang dipimpin sejumlah perwira Perancis yang menentang kebijakan pemerintah pusat Perancis untuk memberikan kemerdekaan kepada Aljazair.
Ayatullah Mohammad Hassan, Saudara Allamah Thabathabai Wafat
53 tahun yang lalu, tanggal 19 Khordad 1347 HS, Ayatullah Mohammad Hassan meninggal dunia di usia 60 tahun dan dimakamkan di kota Qom.
Ayatullah Sayid Mohammad Hassan Ilahi Thabathabai, saudara Allamah Thathabai, penulis tafsir al-Mizan lahir di kota Tabriz pada 1287 HS. Sejak kecil beliau telah kehilangan kedua orang tuanya dan bersama saudaranya berada di bawah asuhan orang yang diwasiatkan oleh ayahnya.
Sayid Mohammad Hassan sejak kecil telah mempelajari pengantar sastra Persia dan Arab serta kaligrafi. Dan selama belajar di hauzah, beliau mendapat perhatian guru-guru besar, sehingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi.
Menginjak usia 18 tahun, beliau bersama saudaranya pergi ke Najaf dan selama 11 tahun belajar bersama guru-guru besar seperti Ayatullah Sayid Ali Qadhi Thabathabai, Sayid Hassan Badkoubeh, Mohammad Hossein Gharavi Esfahani, Mirza Naini, dan Sayid Abolhassan Esfahani di bidang irfan, filsafat, matematika, kedokteran, fiqih dan ushul fiqih.
Dua bersaudara ini akhirnya kembali ke Tabriz tahun 1314 HS karena masalah ekonomi dan Sayid Mohammad Hassan mengajar filsafat di hauzah Tabriz. Di akhir usianya, beliau tinggal di Qom, tapi kemudian kembali lagi ke Tabriz akibat penyakit yang dideritanya.