Lintasan Sejarah 26 Juni 2021
Hari ini Sabtu, 26 Juni 2021 bertepatan dengan 15 Zulkaidah 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 5 Tir 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Kelahiran Ayatullah Mirza Hossein Naini
166 tahun yang lalu, tanggal 15 Dzulqadah 1276 HQ, Ayatullah Muhammad Hossein Naini, seorang ulama besar islam terlahir ke dunia.
Ayatullah Muhammad Hossein Naini yang lebih dikenal dengan Mirza Naini setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, melanjutkan pendidikan ke Najaf, Irak, hingga mencapai derajat mujtahid.
Ayatullah Naini menguasai berbagai bidang ilmu, seperti matematika, hikmah, filsafat, irfan, dan fiqih. Keluasan ilmunya membuat Ayatullah Naini memiliki tempat istimewa di kalangan para ilmuwan Najaf saat itu.
Mirza Naini meninggalkan karya penulisan. Karya beliau yang terpenting berjudul "Tanbihul Ummah" yang membahas berbagai bentuk pemerintahan despotik dan kewajiban para ulama dalam menghadapi pemerintahan seperti ini. Buku ini meningkatkan perasaan anti-despotisme di tengah rakyat Iran dan amat berperan dalam menggalang revolusi konstitusional Iran pada periode Dinasti Qajar.
Ayatullah Naini juga menyusun buku ilmu Ushul Fiqih dengan bahasa yang sederhana dan jauh dari kerumitan.
Konferensi San Francisco Berakhir
76 tahun yang lalu, tanggal 26 Juni 1945, konferensi internasional yang berlangsung di San Fransisco berakhir dengan ditandatanganinya Piagam PBB oleh delegasi dari 50 negara.
Dalam Piagam PBB itu, disebutkan bahwa tujuan PBB antara lain adalah untuk mempertahankan kedamaian dan kemanan internasional serta meningkatan penghargaan terhadap hak asasi manusia.
Namun, anehnya meskipun dalam piagam PBB tercantum kalimat bahwa aktivitas PBB didasarkan pada "prinsip kesetaraan" namun Dewan Keamanan PBB, salah satu organ terpenting dalam PBB yang bertugas untuk mempertahankan keamanan dan perdamaian global terdapat diskriminasi besar di antara anggota-anggotanya.
Anggota tetap Dewan Keamanan, yaitu Cina, Perancis, Rusia, Inggris, dan AS memiliki hak veto sedangkan 10 anggota lainnya yang merupakan anggota tidak tetap, tidak memiliki hak tersebut. Akibatnya, dalam penetapan resolusi Dewan Keamanan, meskipun mayoritas suara menyetujuinya, namun resolusi itu tidak bisa disahkan jika ditentang oleh salah satu dari anggota tetap Dewan tersebut.
Ayatullah Reza Madani Kashani Wafat
29 tahun yang lalu, tanggal 5 Tir 1371 HS, Ayatullah Reza Madani Kashani meninggal dunia dalam usia 89 tahun dan dimakamkan di kota Kashan.
Ayatullah Sheikh Reza Madani Kashani anak Ayatullah Mulla Abdurrasul Madani Mojtahed Kashani lahir di kota Kashan pada 1282 HS. Pada awalnya beliau mempelajari ilmu-ilmu klasik setelah itu baru ilmu-ilmu modern. Setelah Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi ke Qom, beliau ikut dalam kuliah-kuliahnya dan belajar dengan serius, sehingga gurunya sendiri memberikannya ijazah ijtihad.
Di masa itu, beliau juga belajar kepada Ayatullah Sayid Mohammad Taqi Khonsari, Sayid Ahmad Khonsari, Akhond Mulla Ali Hamadani dan Haj Agha Ruhullah Kamalvand. Setelah itu beliau mengikuti nasihat ayahnya untuk mengajar fiqih tingkat tinggi dan perlahan-lahan beliau menjadi marji.
Barahin al-Hajj Lilfuqaha wa al-Hujjaj, al-Qisas Lilfuqaha wa al-Khawas wa al-Khilafah termasuk buku-buku tulisan beliau.