Bulan Perjamuan Tuhan (23)
https://parstoday.ir/id/radio/west_asia-i58360-bulan_perjamuan_tuhan_(23)
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (Surat al-Qadr)
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 09, 2018 10:47 Asia/Jakarta

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (Surat al-Qadr)

Malam Lailatul Qadar adalah waktu terbaik yang datang di bulan terbaik. Ia adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan dan kesempatan terbaik untuk menghapus dosa. Para malaikat turun berduyun-duyun ke bumi untuk membawa doa orang-orang yang berpuasa ke langit. Oleh karena itu, bersimpuhlah di hadapan Tuhan dan memohon ampunan agar memperoleh takdir yang baik.

Tidak satu pun dari malam-malam di sepanjang tahun yang memiliki kemuliaan seperti Lailatul Qadar. Ia adalah malam turunnya al-Quran dan para malaikat ke bumi. Menghidupkan malam Lailatul Qadar memberikan banyak manfaat bagi manusia, seperti yang disebut dalam sabda Nabi Saw, “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar, maka hatinya tidak mati pada hari (Hari Kiamat) ketika semua hati mati.”

Amalan Lailatul Qadr

Para pemuka agama senantiasa menjalankan tradisi mulia ini dan mereka berebut berkah malam Lailatul Qadar. Rasulullah Saw tidak hanya pada malam mulia ini, tapi pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan beliau menyibukkan diri dengan ibadah dan melipat tempat tidurnya. Dalam riwayat disebutkan, Rasul Saw pada malam ke-23 Ramadhan, membangunkan anggota keluarganya dan memercikkan air di wajah mereka agar terjaga dan tidak kehilangan malam Lailatul Qadar.

Lailatul Qadar terdapat pada malam-malam yang ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan, tetapi Allah Swt tidak menentukan secara pasti kapan ia datang. Imam Ali as berkata, "Aku yakin bahwa Allah menyembunyikan malam itu dari kalian, karena Dia ingin membantu dan memberi kesempatan kepada kalian, jika malam itu diberitahu, maka kalian hanya akan beribadah pada malam itu saja dan meninggalkan ibadah di malam-malam yang lain.”

Malam Lailatul Qadar adalah kesempatan terbaik untuk memohon ampunan dari Allah Swt dan membebaskan diri dari dosa. Dia menjadikan malam tersebut sebagai momen untuk mengampuni hamba-Nya. Rasulullah Saw bersabda, "Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar, beriman, dan meyakini hari pembalasan, maka seluruh dosanya akan terampuni."

Untuk memperoleh pengampunan dan takdir yang baik, kaum Muslim harus menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan kegiatan-kegiatan ibadah seperti, mendirikan shalat, membaca al-Quran, bermunajat, dan beristighfar.

Ada beberapa amalan untuk menyambut Lailatul Qadar, termasuk terjaga sampai terbit fajar, mandi sunnah, berdoa, meletakkan al-Quran di atas kepala, dan membaca doa Asyura. Dianjurkan juga untuk membaca al-Quran terutama surat ad-Dukhan, ar-Rum, dan al-Ankabut, serta doa Jausyan Kabir dan doa Abu Hamzah al-Tsumali pada malam-malam Lailatul Qadar.

Di samping amalan tersebut, masih ada satu amalan lain yang sudah jarang dilakukan pada malam Lailatul Qadar yaitu; tafakkur (merenungkan tentang penciptaan alam semesta). Rasul Saw bersabda, "Tafakkur sesaat lebih baik daripada ibadah setahun." Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh para pesuluk yang hatinya diterangi dengan cahaya makrifat dan tauhid.

Tafakkur memiliki beberapa jenis dan yang terbaik adalah memikirkan alam penciptaan dan diri sendiri. Tafakkur akan mengantarkan manusia untuk memahami kelemahan dan ketidakmampuannya di hadapan kekuasaan mutlak Tuhan dan membuatnya tunduk. Ketundukan ini akan meruntuhkan sifat sombong dari seseorang dan membuka potensi bagi tumbuhnya sifat-sifat luhur lain dalam dirinya.

Tafakkur terhadap diri sendiri juga sangat penting. Kegiatan ini akan membuat manusia mengenal jati diri dan kemampuannya, serta aib dan sifat-sifat buruk yang bersemanyam dalam diri mereka. Dengan latihan rutin, manusia dapat menumbuhkan sifat-sifat baik dan menyingkirkan keburukan dalam dirinya. Jenis tafakkur ini sangat penting untuk memperbaiki diri.

Amalan Lailatul Qadr

Tafakkur tentang perilaku kita dan orang lain akan membuat kita menyadari kekurangan, keburukan, dan kelemahan diri kita. Tafakkur tentang nasib orang-orang terdahulu akan membuat kita memahami akibat dari setiap perbuatan, jalan kebahagiaan atau kesengsaraan, dan alam metafisik.

Jadi, tafakkur adalah sebuah sarana yang tidak ditemukan padanannya untuk mencapai derajat tinggi dalam penghambaan.

Peluang yang muncul dalam kehidupan manusia adalah ibarat emas, dan bahkan lebih bernilai dari itu. Kita harus memanfaatkan setiap kesempatan secara optimal dan salah satunya adalah malam Lailatul Qadar. Imam Ali as berkata, "Kesempatan berlalu laksana awan, oleh karena itu kejarlah kesempatan-kesempatan yang baik."

Ketika Allah Swt mencurahkan anugerah dan rahmat yang tak terbatas pada malam Lailatul Qadar, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengejar malam mulia itu dengan makrifat dan kesadaran serta tidak melewatinya dengan pekerjaan sia-sia. Sungguh merugi jika malam mulia ini dihabiskan sama seperti malam-malam lain dan pada akhirnya tidak memperoleh keuntungan apapun.

Sebenarnya, pemanfaatan rahmat dan pengampunan Allah Swt berpulang kepada manusia itu sendiri. Oleh karena itu, orang-orang mukmin harus mempersiapkan diri untuk meraih sebanyak mungkin pancaran rahmat Allah pada malam agung ini. Tentu saja ini semua tergantung pada usaha manusia, dan agama telah menyediakan sarana untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.

Kaum Muslim harus memenuhi masjid dan tempat-tempat ibadah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan memuji Tuhan, memohon ampunan, melakukan berbagai kegiatan ibadah secara berjamaah. Malam mulia ini harus dihidupkan dengan membaca ayat-ayat al-Quran, menyatakan penyesalan, memanjatkan doa, dan memohon ampunan kepada Allah.

Salah satu dari kegiatan itu adalah meletakkan al-Quran di atas kepala dan bertawassul dengan 14 imam maksum dari Ahlul Bait Nabi as untuk memohon rahmat Allah Swt. Masyarakat memuji Allah dengan nama dan sifat-sifat-Nya dan memohon pembebasan dari api neraka.

Mengenai kemuliaan malam Lailatul Qadar, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, "Bulan suci Ramadhan dengan puasanya, zikir, doa dan pujian kepada Tuhan, bacaan al-Quran serta dengan berbagai amalan baik lainnya, membuat hati diterangi cahaya. Karat di hati manusia terkelupas. Sejatinya dengan Lailatul Qadar, orang mukmin yang berpuasa memulai tahun barunya. Di malam ini, takdirnya ditentukan oleh para pencatat amal. Manusia memasuki tahun baru, fase baru dan sejatinya mereka mengalami kehidupan baru dan dilahirkan kembali.”

Amalan Lailatul Qadr

Kini malam Lailatul Qadar tengah mendatangi kita, malam yang lebih utama dari seribu bulan, malam ketika penghuni langit menjadi tamu di bumi. Siapa saja yang mendapat malam mulia ini, maka kegelapan akan sirna dari hatinya. Rasulullah Saw bersabda, "Barang siapa yang mendapat malam Lailatul Qadar, maka dosa-dosanya diampuni, bahkan jika dosanya sebanyak bintang di langit atau seberat batu-batu di gunung."

Syeikh Kulaini dalam kitabnya Ushul al-Kafi, menukil sebuah doa dari Imam Jakfar Shadiq as yang dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Doa tersebut adalah;

أَعُوذُ بِجَلالِ وَجْهِکَ الْکَرِیمِ أَنْ یَنْقَضِیَ عَنِّی شَهْرُ رَمَضَانَ أَوْ یَطْلُعَ الْفَجْرُ مِنْ لَیْلَتِی هَذِهِ وَ لَکَ قِبَلِی ذَنْبٌ أَوْ تَبِعَةٌ تُعَذِّبُنِی عَلَیْهِ.

Aku berlindung kepada keagungan wajah-Mu yang mulia, hendaknya jangan sampai bulan Ramadhan berlalu atau fajar malamku ini terbit sedangkan aku masih berlumuran dosa di sisi-Mu, yang karenanya Engkau akan menyiksaku.”