Bulan Perjamuan Tuhan (25)
https://parstoday.ir/id/radio/west_asia-i58406-bulan_perjamuan_tuhan_(25)
Bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri untuk warga Iran, di mana keistimewaan tersebut akan semakin berlipat di kota seperti Mashhad yang menjadi tuan rumah makam suci Imam Ali al-Ridho as. Dalam nuansa spiritualitas dan irfan tersebut, pada hari-hari Ramadhan ini, sebagian orang diberi kesempatan Allah Swt untuk berziarah ke Mashhad dan bermunajat kepada Allah Swt di samping makam manusia suci tersebut.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Jun 10, 2018 09:20 Asia/Jakarta

Bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri untuk warga Iran, di mana keistimewaan tersebut akan semakin berlipat di kota seperti Mashhad yang menjadi tuan rumah makam suci Imam Ali al-Ridho as. Dalam nuansa spiritualitas dan irfan tersebut, pada hari-hari Ramadhan ini, sebagian orang diberi kesempatan Allah Swt untuk berziarah ke Mashhad dan bermunajat kepada Allah Swt di samping makam manusia suci tersebut.

Makam suci Imam Ali al-Ridho as di Mashhad adalah sumber cahaya dan tempat rujukan para pecinta yang tak berdaya serta pusat ikatan itrah dan al-Quran. Di setiap sudut di kompleks makam Imam Ali al-Ridho as, kita akan menyaksikan banyak orang yang sedang melantunkan ucapan-ucapan wahyu dengan sangat khusyuk. Dalam kondisi itu mereka menyeburkan batin mereka dan menyucikannya di samudera tanpa batas al-Quran. Pada bulan Ramadhan ini, makam Imam Ali al-Ridha as menjadi manifestasi musim semi al-Quran dan meresapnya kalamullah pada hati dan jiwa para peziarah.

Jika sekarang Anda berada di Mashhad, Anda akan merasakan betapa Ramadhan memiliki nuansa tersendiri, di satu sisi lantunan malakuti al-Quran terdengar dari setiap sudut makam suci Ahlul Bait ini. Di sisi lain, digelar program "Pelajaran dalam al-Quran" yang dilaksanakan di salah satu sudut kompleks makam Imam Ridho as. Pada program tersebut dijelaskan berbagai pelajaran hidup dalam al-Quran kepada para peziarah dari semua usia. Sementara itu, program pengkhataman al-Quran juga berlangsung yang dimulai setelah shalat subuh.

Imam Khomeini ra membaca al-Quran

Di tempat ini, peziarah akan merasakan ikatan al-Quran dengan itrah serta mengingatkan ketika Rasulullah Saw di hari-hari akhir umurnya, berulangkali menekankan itrah sebagai wasiat yang ditinggalkan beliau untuk umat Islam. Rasulullah Saw bersabda: "Aku tinggalkan kepada kalian dua pusaka, kitab Allah dan itrahku (keluargaku), keduanya tidak akan berpisah sampai bertemu denganku di telaga (surga), jika kalian berpengang teguh kepada kedunya, maka kalian tidak akan tersesat dan tergelincir."

Pusat bimbingan al-Quran di kompleks makam suci Imam Ridha as atau Darul Quran Razavi pada bulan Ramadhan menggelar berbagai program khusus yang dapat diikuti oleh apra peziarah dan warga lokal. Termasuk di antaranya digelar setiap hari 10 program tartil al-Quran. Program-program tersebut dalam rangka pemanfaatan secara efektif nuansa spiritualitas bulan Ramadhan, yang dibagi sesuai dengan usia audiens.

Di salah satu sudut makam Imam Ridha as, yang disebut dengan Serambi Maqsoureh di Masjid Gouharshad, setiap hari menjelang iftar digelar acara yang dihadiri para qari ternama Iran dan internasional, dalam program pembacaan al-Quran satu juz setiap hari bersama para peziarah dan warga setempat. Salah satu qari yang diundang dalam acara tersebut adalah qari ternama, Jawad Suleimani.

Dikatakannya bahwa tilawah al-Quran di samping makam suci Imam Ridha as, dan di bulan penuh berkah Ramadhan, memiliki keistimewaan tersendiri. Menurutnya, "Qiraah ayat-ayat ilahi untuk para peziarah dan warga setempat di Serambi Maqsoureh adalah berkah bagi saya dan tingkat tertinggi aktivitas saya di bidang al-Quran adalah kesempatan tilawah di sisi makam suci Imam Ali al-Ridho as."

Seraya kembali menekankan bahwa tilawah ayat-ayat al-Quran di makam suci Imam Ali al-Ridho as memiliki keistimewaan tersendiri, Suleimani mengatakan, "Tilawah al-Quran di tempat suci ini, memberikan semangat dan energi berlipat ganda kepada qari, karena para peziarah dan warga setempat juga menunjukkan antusias tinggi dalam mengikuti program tilawah tersebut. Oleh karena itu, kami para qari memiliki tugas untuk menyampaikan ayat-ayat al-Quran kepada para penyimak kalamullah tersebut dengan sebaik-baiknya."

Lebih lanjut dijelaskan Suleimani, "Kehidupan manusia di bulan penuh berkat ini akan sangat terikat dengan al-Quran dan salah satu di antara pesan bulan Ramadhan kepada manusia adalah agar menjalani hidup bersama al-Quran, serta memperhatikan pembacaan al-Quran juga pada bulan-bulan lain sepanjang tahun, sehingga setiap hari kita semua akan menerima berkah dengan membaca ayati-ayat wahyu tersebut."

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei sedang membaca al-Quran

Yadollah Sobhani-nia, seorang peziarah makam Imam Ridha as, yang datang dari provinsi Isfahan, serta ikut sebagai penyimak dalam acara pembacaan satu juz al-Quran setiap hari di kompleks makam Imam Ridha as mengatakan, "Ketika saya berada di kompleks makam suci Imam Ridha as, saya mengetahui ada acara pembacaan al-Quran dan ketika saya mengikutiya, saya merasakan spiritualitas tinggi yang menggetarkan wujud saya. Bersama membaca ayat-ayat al-Quran mengikuti tilawah indah para qari pada acara tersebut, benar-benar akan menyirami jiwa manusia dengan spiritualitas dan saya pribadi ketika mengiringi tilawah tersebut, memperhatikan setiap kata dan kalimat dalam ayat-ayat al-Quran karena akan memberikan pengaruh sangat besar pada diri saya."

Kompleks makam suci Imam Ridha as juga menjamu para peziarah dan warga setempat dalam jamuan iftar besama. Jamuan iftar Razavi itu sama seperti tahun-tahun sebelumnya, digelar secara terpisah-pisah di setiap serambi dan blok dalam kompleks makam suci Imam Ridha as. Jamuan yang digelar dan disiapkan untuk lebih dari 13.000 undangan yang dibagikan oleh para khadim Razavi.

Setiap orang yang diundang dapat menikmati jamuan iftar penuh berkah Razavi berdasarkan tanggal yang telah tercantum pada kartu undangan. Pembagian undangan jamuan iftar itu dibagikan setiap hari secara random di antara barisan jemaah shalat di berbagai serambi kompleks Razavi. Dalam acara jamuan iftar tersebut, selama satu bulan tercatat tiga juta orang akan menjadi tamu jamuan tersebut.

Mungkin dapat dikatakan bahwa deskripsi terindah dari makam suci Imam Ali al-Ridha as adalah pemandangan mengharukan orang-orang yang memeluk agama Islam di kompleks Razavi ini. Sekelompok orang dari Aljazair dan Korea Selatan datang ke Iran dan berziarah ke kompleks Razavi. Seorang pemuda Korea Selatan mengatakan, "Saya sebelumnya adalah Kristen, akan tetapi Trinitas tidak mampu meyakinkan saya, oleh karena itu saya pergi ke salah satu masjid Wahabi dan saya menerima Islam. Akan tetapi Wahabisme tidak memiliki argumentasi yang mampu menjawab pertanyaan saya. Oleh sebab itu selama satu tahun saya meneliti tentang mazhab Syiah dan ketika saya tiba di makam Imam Ridha as, saya menganut mazhab Syiah. Menurut saya mazhab Syiah adalah mazhab yang sarat argumentasi." 

Warga Iran di komplek makam suci Imam Ridha as sedang membaca al-Quran

Olka Onstvich, perempuan asal Belarusia setelah dua kali berkunjung ke makam suci Imam Ali al-Ridha as, akhirnya memeluk Islam. Perempuan yang memilih nama Hadis untuknya itu mengatakan, "Saya belajar bahasa Arab dan saya menelaah al-Quran. Saya menyadari bahwa Islam adalah agama perdamaian dan persahabatan. Saya berusaha memilih agama Islam sebagai agama saya selamanya. Saya sangat senang di mana Allah Swt telah melimpahkan nikmat yang sangat besar kepada saya. Khususnya hadir di tempat suci ini dan menikmati berbagai fasilitasnya, merupakan kenangan indah bagi saya."

Mungkin sebagian Anda telah merasakan getaran spiritualitas pada azan subuh yang dikumandangkan di makam suci Imam Ali al-Ridha as. Akan tetapi getaran tersebut akan meresap dalam jiwa dan batin Anda pada bulan Ramadhan, dan Anda akan menemukan diri Anda di antara ribuan jemaah shalat di tempat suci tersebut. Beberapa menit setelah shalat Subuh, Anda dapat mengikuti pembacaan satu juz al-Quran bersama lantunan indah para qari ternama.