Bulan Perjamuan Tuhan (26)
https://parstoday.ir/id/radio/west_asia-i58464-bulan_perjamuan_tuhan_(26)
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca pada bulan Ramadhan usai shalat wajib adalah:
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 11, 2018 10:16 Asia/Jakarta

Salah satu doa yang dianjurkan dibaca pada bulan Ramadhan usai shalat wajib adalah:

اللّهُمَّ اَدْخِلْ عَلى اَهْلِ الْقُبُورِ السُّرُورِ

Atau doa Faraj. Doa ini diperuntukkan kepada seluruh orang yang membutuhkan terlepas dari gender, warna kulit, etnis, bahasa dan agama mereka. Pada pembahasan ini akan dibahas lebih terperinci tentang bagian-bagian penting dari doa tersebut.

Untuk bulan Ramadhan ini Rasulullah Saw berkata, "Bersedekahlah untuk orang-orang faqir miskin, hormatilah orang-orang yang lebih tua dan kasihilah yang lebih kecil, bersilaturahmilah dan jagalah mulut kalian, tutuplah mata kalian dari apa saja yang haram untuk dilihat, jagalah telinga kalian dari apa saja yang haram didengarkan, kasihilah anak-anak yatim sehingga anak-anak yatim kalian akan dikasihi, dan bertaubatlah kepada Allah Swt atas dosa-dosa kalian."

Berdoa

Pada bulan Ramadhan, rahmat Allah Swt dicurahkan untuk penghuni bumi secara melimpah. Bulan yang penuh dengan kasih, rahmat, harapan dan nikmat. Allah Swt pada bulan ini mendorong para tamu-Nya untuk melangkah di jalan yang ujungnya adalah keridhoan Allah Swt dan surga. Jalan yang mungkin tidak dapat dilalui seseorang sendirian untuk mencapai tujuan, akan tetapi Allah Swt melalui puasa di bulan ini, membantu semua manusia, baik pendosa atau manusia-manusia yang tidak ada dalam benak mereka selain Allah Swt.

Puasa membangkitkan perasaan solidaritas dan kepedulian dengan kelompok masyarakat yang lemah. Orang yang berpuasa dengan kelaparan dan kehausan sementara, akan memiliki pemahaman dan afeksi yang lebih baik terhadap orang-orang yang lapar dan memerlukan bantuan. Selain itu, akan terbuka sebuah jalan dalam hidupanya di mana hak-hak orang-orang yang lemah tidak akan dinistakan dan penderitaan kelompok papa tidak akan dilupakan. 

Dalam sebuah hadis dari Imam Ja'far as-Shadiq as disebutkan bahwa Hisham bin Hakam menanyakan sebab-sebab puasa dan Imam menjawab, "Puasa diwajibkan kerena kesamaan antara fakir dan kaya, dan itu karena orang yang kaya merasakan kelaparan dan memberikan hak orang-orang fakir, karena orang-orang kaya biasanya mendapatkan apa yang mereka inginkan, Allah Swt menghendaki persamaan di antara hamba-hamba-Nya, agar kelaparan, penderitaan dan kesulitan dirasakan orang-orang kaya sehingga mereka mengasihi orang-orang yang lemah dan mereka yang kepalaran."

Di bulan Ramadhan, pelukan rahmat Allah Swt ini selalu terbuka dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dan semua diundang dalam jamuan kehormatan Allah Swt. Jamuan yang menjadi tempat berkumpulnya orang kaya dan miskin, dan semua saling mendoakan untuk menyelesaikan urusan masing-masing. Doa-doa yang menunjukkan persahabatan dan perhatian sesama terlepas dari etnis dan perbedaan di antara mereka.

Salah satu di antara doa tersebut adalah doa Faraj. Dalam doa indah dan berharga ini digambarkan tentang cinta kasih terhadap sesama:

"Ya Allah! Limpahkan kebahagiaan kepada orang-orang yang telah meninggal dunia."

"Ya Allah! Penuhi kebutuhan semua orang miskin dan yang membutuhkan."

"Ya Allah! Kenyangkanlah perut semua orang yang kelaparan."

"Ya Allah! Pakaianilah semua orang yang tidak berpakaian."

"Ya Allah! Tebuslah tanggungan semua orang yang memiliki utang."

"Ya Allah! Urailah kesulitan semua orang yang bersedih."

"Ya Allah! Kembalikanlah dengan selamat semua mereka yang jauh dari negeri mereka."

"Ya Allah! Bebaskanlah semua tawanan."

"Ya Allah! Ubahlah kondisi terburuk kami ke kondisi terbaik-Mu."

Doa Faraj adalah doa yang sepenuhnya bersifat sosial di mana disebutkan seluruh orang yang membutuhkan terlepas dari gender, warna kulit, bahasa, etnis dan agama mereka. Untuk seorang Muslim membantu sesama baik itu Muslim atau non-Muslim, di titik geografis mana pun, tidak ada bedanya dan baginya merupakan sebuah kewajiban untuk membantu sesama.

Dia telah keluar dari rantai egoisme dan apa yang diinginkan untuk dirinya juga diinginkan untuk orang lain. Oleh karena itu dalam doa bulan Ramadhan, disebutkan kata "Kul" atau semua. Pada hakikatnya lingkup kasih sayang doa ini sedemikian luas sehingga mencakup semua manusia di mana pun mereka berada, bahkan manusia-manusia di masa lalu, seperti pada contoh bait doa: "Ya Allah! Limpahkan kebahagiaan kepada orang-orang yang telah meninggal dunia."

Sedekah

Berinfak adalah amal lain yang sangat ditekankan Islam untuk menyeimbangkan kekayaan. Infak akan mencapai puncaknya ketika seseorang memberikan sesuatu yang sangat dicintainya. Sebagian orang beranggapan bahwa membantu orang lain itu wajar jika dia sendiri sudah tidak membutuhkan barang atau uang yang akan diinfakkan itu, karena jika tidak demikian, maka dia dilarang membantu orang lain. Padahal untuk mencapai derajat sejati orang-orang dermawan, seseorang harus memberikan kekayaan yang sangat dicintainya. Sebagaimana yang disebutlan dalam ayat 92 surat Al Imran: "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya."

Itu berarti agar seseorang lebih mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri, dan memberikan harta yang sangat dicintai kepada orang lain. Akhlak mulia tersebut, dilakukan Sayyidah Fatimah Zahra as pada malam pernikahan beliau dengan memberikan baju pengantinnya kepada orang yang meminta, dan ketika Rasulullah Saw mengetahui hal tersebut, Nabi berkata, "Mana baju barumu?" Sayyidah Fatimah menjawab: "Telah aku sedekahkan kepada fakir miskin." Kemudian Rasulullah Saw  berkata, "Mengapa tidak baju lamamu yang kau berikan." Putri Nabi ini menjawab, "Ketika itu aku ingat ayat ini, infakkanlah sesuatu yang kau cintai, dan oleh karena itu aku menginfakkan baju pernikahanku kepada fakir miskin."

Riwayat tersebut menunjukkan bagaimana agama Islam mendorong manusia untuk memenuhi kebutuhan orang-orang fakir miskin dan yang membutuhkan. Sebagaimana dalam doa Faraj yang diimbau dibaca usai shalat wajib, disebutkan: "Ya Allah! Pakaianilah semua orang yang tidak berpakaian."

Dalam doa Faraj disebutkan; "Ya Allah! Urailah kesulitan semua orang yang bersedih." Pada dasarnya sebuah masyarakat yang anggotanya tidak bersedih adalah masyarakat yang dinamis dan hidup. Masyarakat tersebut tidak akan berusaha merusak, tidak teratur, bentrok atau berbagai aksi menyimpang lainnya, melainkan sealu berusaha menjaga ketenangan dirinya dan juga orang lain.

Dalam sebuah masyarakat yang ceria, manusia-manusia di dalamnya akan lebih dekat dengan Allah Swt. Oleh karena itu, Rasulullah Saw bersabda, "Orang yang membahagiakan seorang mukmin, maka dia telah membahagiakanku, dan barang siapa membahagiakanku, maka dia telah membahagiakan Allah Swt." Membahagiakan orang lain ini termasuk amal infak, bersedekah, memberi makanan fakir miskin, menolong musafir, memberikan pinjaman yang akan menyelesaikan masalah orang lain.

Kasih sayang dan persahabatan dalam doa ini tidak membedakan antara fakir miskin Muslim atau non-Muslim. Poin ini dapat disaksikan dalam sebuah kisah terkenal yang tercatat dalam surat Insan, di mana Ahlul Bait Nabi as, yaitu Imam Ali, Sayyidah Fatimah, Imam Hassan dan Imam Hussein as sedang berpuasa dan mereka memberikan makanan iftar mereka kepada tiga fakir miskin. Ketiganya adalah yang membutuhkan, sebagaimana dijelaskan al-Quran, yang pertama adalah fakir miskin, kemudian yang kedua yatim dan yang terakhir adalah tawanan.

Poin yang perlu diperhatikan dalam amal infak ini adalah bantuan kepada tawanan. Mengingat berbagai perang pada era awal Islam antara pasukan Muslim dan Kafir, tidak diragukan lagi dia adalah tawanan perang dari kaum Kafir yang ingin menghancurkan Islam. Akan tetapi Ahlul Bait as memberikan makanan mereka tanpa pertimbangan apapun. Karena semua tawanan juga tercakup dalam doa Faraj.

Bulan Ramadhan adalah bulan turunnya al-Quran, dan cahaya al-Quran serta pengaruh hidayahnya mampu menggeser sifat-sifat buruk dengan sifat-sifat luhur. Artinya menggeser khianat dengan amanat, permusuhan dengan kecintaan, kekufuran dengan pensyukuran, keburukan dengan baikan, keputusasaan dengan harapan dan masih banyak lagi. Oleh karena itu disebutkan dalam doa Faraj; "Ya Allah! Ubahlah kondisi terburuk kami ke kondisi terbaik-Mu."

Membaca al-Quran di bulan Ramadhan

Doa Faraj pada hakikatnya adalah penjelasan sebuah masyarakat ideal yang selalu diimpikan manusia. Semua nabi, wali Allah dan manusia saleh berusaha mewujudkan masyarakat ideal tersebut dan bahkan mereka telah mengorbankan nyawa mereka dalam prosesnya. Akan tetapi masyarakat tersebut tidak terwujud karena berbagai faktor.

Menurut para penanti kemunculan sang juru selamat, seluruh poin dalam doa Faraj seperti berubahnya kondisi fakir miskin menjadi orang yang berkecukupan dan lain-lai, pada hakikatnya hanya dapat terwujud di bawah bayang-bayang kepemimpinan Imam Mahdi as. Dan doa Faraj adalah doa untuk kemunculan sang juru selamat dunia dan umat manusia, Imam Mahdi as.