Menyambut Hari Kemenangan (1)
https://parstoday.ir/id/radio/west_asia-i58712-menyambut_hari_kemenangan_(1)
Sinar mentari indah yang pertama kali muncul di awal pagi, membawa kabar gembira datangnya hari mulia dan membangunkan hati setiap Muslim untuk bersiap melaksanakan shalat.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jun 16, 2018 13:34 Asia/Jakarta

Sinar mentari indah yang pertama kali muncul di awal pagi, membawa kabar gembira datangnya hari mulia dan membangunkan hati setiap Muslim untuk bersiap melaksanakan shalat.

اللّه اکبر، اللّه اکبر، لا اله الا اللّه واللّه اکبر، اللّه اکبر وللّه الحمد، اللّه اکبر على ما هدانا

Seruan di atas menandakan tibanya hari raya. Hari raya yang mendatangi setiap orang setelah 30 hari menjadi tamu dan memenuhi undangan ketaatan dan penghambaan Tuhan. Pagi menyapa dan kemeriahan pun mulai terasa. Setiap orang seakan berlomba menuju lapangan atau masjid tempat dilaksanakannya shalat Idul Fitri, muka mereka tampak ceria dan begitu cerah.

Seolah sedang berangkat menuju jamuan pertamuan yang lain. Mereka datang untuk menerima hadiah dan menyampaikan seruan Tauhid kepada seluruh penjuru alam. Rasulullah Saw bersabda, Hiasilah hari raya-hari rayamu dengan seruan takbir. Beliau juga berkata, Hiasilah Idul Fitri dan Idul Adha-mu dengan tahlil, tahmid, takbir dan tasbih.

Idul Fitri

Nabi Muhammad Saw juga melakukannya. Di hari raya Idul Fitri, beliau keluar rumah dan ketika tiba di lokasi yang dijadikan tempat shalat, dengan suara lantang mengucapkan Laa Ilaaha ilallah dan Allahu Akbar, di antara khutbah, sebelum dan sesudahnya, beliau bahkan terus mengulang-ulang dzikir ini.

Imam Ridha as terkait alasan diperbanyaknya takbir di hari raya Idul Fitri berkata, takbir menganggungkan Allah Swt dan merupakan bentuk syukur atas hidayah dan nikmat Sang Pencipta kepada seluruh penghuni alam.

Di hari raya Idul Fitri seluruhnya dihiasi warna Tuhan. Idul Fitri adalah momen mekarnya bunga-bunga iman di dalam hati dan jiwa manusia. Semakin besar amal baik, takwa dan kesucian manusia, maka di hari raya ia akan merasakan kedekatan yang lebih besar kepada Tuhan, dan hari raya akan semakin indah baginya.

Hari raya Idul Fitri adalah hadiah Tuhan untuk orang-orang mukmin yang membersihkan hatinya dengan puasa. Mereka yang berhasil mengusir kekotoran dari jiwanya dan mengisinya dengan ikhlas dan iman, seakan terlahir kembali ke dunia.  

Hari raya Idul Fitri adalah salah satu hari raya terbesar bagi umat Islam. Sejumlah negara Muslim dunia menetapkan libur beberapa hari untuk menyambut Idul Fitri dan mereka merayakannya dengan berbagai tradisi khusus. Umat Islam di negara-negara Muslim menganggap Idul Fitri sebagai hari kelahiran kembali dan karenanya, mereka membersihkan rumah dan membelikan baju baru bagi anggota keluarga.

Ummu Khalil, salah seorang warga Arab sudah membersihkan rumahnya sepekan sebelum hari raya. Di hari raya, kaum wanita di negara-negara Arab biasanya menghias tangan dan kaki mereka dengan Henna, dan kaum laki-laki membelikan baju baru untuk anggota keluarga. Ummu Khalil juga membuat beraneka ragam kue dan penganan lain khas daerahnya untuk menyuguhi tamu yang datang di hari raya.

Sementara itu, jalan-jalan di kota Kairo, Mesir di hari raya Idul Fitri tampak lebih indah dari hari biasa dan lentera warna warni menyala di setiap sudut kota. Pasar-pasar padat dikunjungi orang yang ingin membeli pakaian baru.

Di Mesir, di hari raya dilantunkan lagu-lagu keagamaan, dan pengeras suara di masjid-masjid menyerukan takbir berulang-ulang untuk mengajak warga melaksanakan shalat Idul Fitri di lapangan atau halaman masjid. Harum roti dan kue yang kebanyakan dibuat dari susu, tercium dari setiap rumah.

Warga Muslim di India, Pakistan, Malaysia, Indonesia dan negara lainnya melaksanakan shalat Idul Fitri dengan pakaian warna warni dan indah, berdiri rapih di setiap shaf layaknya pelangi. Setelah bersilaturahmi dan bermaaf-maafan dengan keluarga, mereka mengunjungi rumah tetangga dan kawan.

Idul Fitri

Di tempat lain seperti di Yaman, Bahrain, Palestina dan Suriah, umat Islam merayakan Idul Fitri di tengah ancaman serangan dan perlawanan, namun demikian para ibu tetap membuat kue di rumah untuk merayakan Idul Fitri. Mereka mendatangi makam keluarga dan syuhada dan membacakan Al Quran.

Mungkin anak-anak di Palestina, Suriah dan Yaman tidak sempat dibelikan baju baru oleh orangtuanya, namun mata mereka tetap bercahaya penuh harap untuk menyambut janji Allah Swt bahwa kemenangan adalah milik orang-orang tertindas dan kebenaran akan tegak, kebatilan akan musnah.

Shalat Idul Fitri dilakukan oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia sebagai tanda tibanya hari raya. Kemeriahan dan keagungan shalat Idul Fitri akan menyalakan cahaya di hati setiap Muslim dan mengejutkan musuh, terutama karena simbol persatuan dan relijiusitas umat Islam.

Shalat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat, di rakaat pertama setelah membaca Surat Fatihah dan surat lain, mengucapkan lima kali takbir dan setelah setiap takbir, membaca Doa Qunut. Di rakaat kedua membaca empat kali Doa Qunut setiap selesai takbir. Doa tersebut adalah sebagai berikut,

اللَّهُمَّ أَهْلُ الْکِبْرِیَاءِ وَ الْعَظَمَهِ وَ أَهْلُ الْجُودِ وَ الْجَبَرُوتِ وَ أَهْلُ الْعَفْوِ وَ الرَّحْمَهِ وَ أَهْلُ التَّقْوَی وَ الْمَغْفِرَهِ أَسْأَلُکَ بِحَقِّ هَذَا الْیَوْمِ الَّذِی جَعَلْتَهُ لِلْمُسْلِمِینَ عِیداً وَ لِمُحَمَّدٍ صَلَّی اللَّهُ عَلَیْهِ وَ آلِهِ ذُخْراً وَ شَرَفاً [وَ کَرَامَهً] وَ مَزِیداً أَنْ تُصَلِّیَ عَلَی مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ تُدْخِلَنِی فِی کُلِّ خَیْرٍ أَدْخَلْتَ فِیهِ مُحَمَّداً وَ آلَ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ تُخْرِجَنِی مِنْ کُلِّ سُوءٍ أَخْرَجْتَ مِنْهُ مُحَمَّداً وَ آلَ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُکَ عَلَیْهِ وَ عَلَیْهِمْ أَجْمَعِینَ اللَّهُمَّ إِنِّی أَسْأَلُکَ خَیْرَ مَا سَأَلَکَ بِهِ عِبَادُکَ الصَّالِحُونَ وَ أَعُوذُ بِکَ مِمَّا اسْتَعَاذَ [مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَ] مِنْهُ عِبَادُکَ الصَّالِحُونَ [الْمُخْلِصُونَ‌]

"Wahai Tuhan pemilik keagungan dan kebesaran, wahai pemilik kebaikan dan kekuatan, wahai pemilik pengampunan dan rahmat, wahai pemilik takwa dan magfirah, dengan hak hari ini yang Engkau jadikan hari raya bagi Muslimin, aku memohon berikanlah simpanan, kemuliaan dan kedudukan bagi Muhammad dan keluarganya, aku memohon sampaikan shalawat serta salam untuk Muhammad dan keluarganya dan masukkan aku ke dalam setiap kebaikan yang Engkau masukkan Muhammad dan keluarganya ke dalam kebaikan itu, dan keluarkan aku dari setiap keburukan yang Engkau keluarkan Muhammad dan keluarganya dari keburukan tersebut. Semoga salam-Mu selalu tercurah untuk Muhammad dan keluarganya. Wahai Tuhan aku memohon kepada-Mu segala yang terbaik bagi hamba-hamba terbaik-Mu dan aku berlindung kepada-Mu sebagaimana hamba-hamba mukhlis-Mu berlindung kepada-Mu."

Doa Qunut shalat Idul Fitri mengandung ungkapan-ungkapan yang begitu indah. Di awal doa disebutkan bahwa Allah Swt menjadikan Idul Fitri bagi umat Islam, dan Nabi Muhammad Saw, sebagai sumber kemuliaan, simpanan amal dan kedudukan sehingga menjadi jembatan untuk naik menuju puncak spiritualitas.

Ayatullah Khamenei hampir di setiap khutbah Idul Fitri yang mengulas masalah-masalah umat Islam terkini berkata, cadangan dan simpanan ini harus digunakan umat Islam dalam dua tempat, pertama, persatuan dan kedekatan di antara Muslimin, kedua, perhatian kepada maknawiah di Dunia Islam. Di Dunia Islam, kedua faktor yang saling menyempurnakan itu, mulai diragukan.

Idul Fitri

Hari ini, katanya, persatuan umat Islam luntur karena perpecahan mazhab, aliran, suku bangsa, ras, beragam aliran nasionalisme, kesukuan dan slogan-slogan menyimpang. Umat Islam, di atas semua slogan mereka, harus menyerukan persatuan dan solidaritas. Poin kedua, adalah spiritualitas. Dewasa ini, kembali ke maknawiah Islam, kembali ke hakikat Islam dan relijiusitas agama, harus menjadi slogan umat Islam.

Dari satu sisi, shalat Idul Fitri adalah bentuk syukur atas nikmat Allah Swt yang diberikan-Nya di bulan suci Ramadhan kepada kita, dan syukur atas kelahiran kembali. Di sisi lain adalah permohonan kepada Allah Swt agar memasukkan kita ke dalam surga iman, akhlak dan amal yang ditempati oleh orang-orang terpilih Tuhan. Menjauhkan kita dari neraka sebagaimana dijauhkan dari para kekasih Tuhan.

Pada kenyataannya, umat Islam dengan keikhlasan dan ketulusannya memohon ridha Allah Swt, kedekatan dengan-Nya dan masih diberi kesempatan beribadah kepada-Nya. Di saat yang sama, kita harus berlindung kepada Allah Swt dari penghambaan kepada hawa nafsu dan kepada segala sesuatu selain Tuhan.