Dokumen Strategis Keamanan Nasional Rusia 2016
https://parstoday.ir/id/radio/world-i9451-dokumen_strategis_keamanan_nasional_rusia_2016
Dokumen Keamanan Nasional Rusia ditandatangani pada 31 Desember 2015 oleh Presiden Rusia Vladimir Putin serta dipublikasi dan disampaikan kepada lembaga-lembaga terkait pada 2016 untuk diimplementasikan. Pada intinya, sebab revisi dokumen strategis keamanan nasional Rusia, adalah perubahan substantif di bidang keamanan, ekonomi dan sosial Rusia. Perang Dingin yang digulirkan Barat terhadap Rusia serta konfrontasi NATO dengan Rusia di Eropa Timur, memicu perubahan politik keamanan Rusia.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
May 19, 2016 10:28 Asia/Jakarta

Dokumen Keamanan Nasional Rusia ditandatangani pada 31 Desember 2015 oleh Presiden Rusia Vladimir Putin serta dipublikasi dan disampaikan kepada lembaga-lembaga terkait pada 2016 untuk diimplementasikan. Pada intinya, sebab revisi dokumen strategis keamanan nasional Rusia, adalah perubahan substantif di bidang keamanan, ekonomi dan sosial Rusia. Perang Dingin yang digulirkan Barat terhadap Rusia serta konfrontasi NATO dengan Rusia di Eropa Timur, memicu perubahan politik keamanan Rusia.

Pihak Rusia menyatakan bahwa dokumen tersebut akan menjadi pedoman militer, politik dan ekonomi hingga 2020. Dokumen itu terbagi menjadi enam bagian pokok. Bagian pertama terkait prospek makro yang menjelaskan rencana dan pandangan secara komprehensif dunia. Pada bagian kedua, yang menjadi pokok perhatian adalah kondisi Rusia dan dunia modern mempertimbangkan kondisi yang bergulir dan juga proses transformasi. Bagian ketiga membahas soal kepentingan nasional federasi Rusia dan prioritas strategis negara ini yang terjadi perubahan secara fundamental di dalamnya. 

Menyusul perubahan atmosfer keamanan, kepentingan strategis Rusia mengalami pendefinisian ulang mencakup paket prioritas untuk negara itu. Adapun pada bagian keempat dijelaskan soal pengokohan dan penguatan keamanan nasional Rusia serta mekanisme realisasinya. Pada bagian kelima dibahas pondasi intelijen, hukum dan struktural dalam realisasi strategis yang diacu. Sementara pada bagian terakhir, ditetapkan indeks pokok untuk menjadi parameter kondisi keamanan Rusia.

Bagian keempat yaitu pengokohan keamanan Rusia, mengalami perubahan paling banyak dibanding dokumen tahun 2009. Pada bagian itu, disinggung secara terpisah strategi pemerintah Rusia untuk meningkatkan keamanan di sektor kesehatan, budaya, lingkungan hidup, manajemen lingkungan hidup, peningkatan ekonomi dan kerjasama proporsional di bidang strategis.

Cakupan luas isu-isu dalam koridor keamanan nasional Rusia, menunjukkan bahwa perspektif Rusia dalam jangka panjang telah memperkirakan ancaman di bidang politik, ekonomi, sosial dan militer. Oleh karena itu, dokumen ini menjadi pedoman untuk mengantisipasi kerugian pada keamanan nasional Rusia. Masalah terpenting pada bagian ini adalah prioritas makro strategi Rusia yang dirombak total dalam dokumen tersebut.

Dalam dokumen sebelumnya, prioritas strategis terpenting termasuk keamanan defensif, keamanan pemerintah, keamanan sosial dan kepentingan nasional Rusia yang didefinisikan dalam beberapa kata kuci. Kepentingan nasional Rusia dalam dokumen 2009 mencakup pengembangan demokrasi, masyarakat sipil, peningkatan persaingan dalam ekonomi nasional, pengokohan undang-undang dasar, penyelarasan teritorial dan kedaulatan nasional, dari sisi keamanan.

Masalah penting lainnya dalam dokumen keamanan baru nasional Rusia, adalah gerakan federasi Rusia dari sebuah kekuatan regional menjadi kekuatan global yang memiliki kemampuan nuklir untuk mendukung stabilitas strategis dan strategi win-win di dunia multipolar. Pada hakikatnya, kerangka utama dalam dokumen strategis baru Rusia adalah perubahan Rusia menjadi sebuah kekuatan global berdasarkan prinsip politik win-win. Meski memandang NATO dan Amerika Serikat sebagai musuh terbesarnya, akan tetapi Rusia tidak berniat berkonfrontasi dengan Barat.

Masalah kunci dan transformatif dalam dokumen 2016 disebutkan berdasarkan kepentingan Rusia. Salah satu isunya membahas kondisi Rusia di dunia modern. Prioritas nasional Rusia adalah mengokohkan posisinya sebagai salah satu pemimpin dunia. Berubahnya Rusia menjadi sebuah kekuatan besar dunia, menjadi acuan utama. Sebenarnya masalah ini telah disebutkan pada dokumen 2009. Berubahnya Rusia menjadi sebuah kekuatan global dan pemulihan posisinya yang hilang pada era Perang Dingin, secara jelas disebutkan dalam dokumen 2016. Akan tetapi pada saat yang sama Moskow menekankan bahwa dalam hal ini, Rusia menghadapi interferensi Amerika Serikat dan Barat.

Disebutkan pula bahwa inteferensi dan tekanan ekonomi, politik, militer dan intelijen Barat bertujuan untuk membatasi dan bahkan meruntuhkan Rusia. Prioritas Rusia untuk menjadi kekuatan global mencakup pengokohan pasukan militer dan defensif, dukungan dari undang-undang dasar negara, hak kedaulatan teritorial, pelestarian dan pengembangan budaya, peningkatan persaingan ekonomi dan keamanan nasional. Tercatat juga masalah-masalah parsial dalam rangka mempertahankan kekuatan nasional Rusia dengan mengetengahkan masalah independensi dan keamanan makanan.

Masalah lain adalah proses pembentukan sebuah tatanan baru multidimensional di mana tatanan baru itu akan dibarengi dengan meningkatnya instabilitas global, dengan kata lain Rusia berusaha menciptakan sebuah tatanan multilateral yang akan menghadapi banyak tantangan. Sebagian dari tantangan tersebut adalah pembangunan global yang tidak proporsional, perbedaan tingkat hidup antarnegara, konflik soal sumber daya alam dan akses pasar, kontrol jalur perdagangan dan lain-lain.

Isu penting yang disinggung untuk pertama kalinya dalam dokumen itu adalah perluasan NATO di Timur dan ancaman potensialnya yang berujung pada pelanggaran norma-norma internasional. Dokumen ini menyinggung kinerja NATO dalam membangun pangkalan militer di perbatasan dekat Rusia dan menilainya sebagai ancaman keamanan Rusia. Selain itu dijelaskan pula peran negatif NATO dan Amerika Serikat dalam memperlemah keamanan nasional Rusia.

Revolusi-revolusi berwarna dinilai Rusia sebagai upaya menyulut instabilitas dan dikategorikan sebagai ancaman utama untuk keamanan nasional Rusia. Namun ancaman potensial yang tak kalah pentingnya adalah aktivitas kelompok-kelompok ekstrimis dan lembaga-lembaga yang berusaha melemahkan persatuan dan menyoal kedaulatan teritorial Rusia dengan memanfaatkan ideologi nasionalisme. Tujuan utama mereka adalah menciptakan instabilitas sosial dari dalam dan menghancurkan nilai-nilai budaya, spiritual dan sosial dalam masyarakat Rusia.

Dalam dokumen tersebut juga dipaparkan transformasi di tingkat regional dan global (meliputi Suriah dan Ukraina) yang bertujuan menggulingkan pemerintahan sah pro-Rusia. Dalam hal ini, kinerja Barat dan Uni Eropa diprotes keras dalam mereaksi krisis Ukraina. Rusia menuding AS dan Uni Eropa melakukan kudeta UUD Ukraina dan menyebabkan perpecahan dalam masyarakat Ukraina yang berujung pada kontak senjata. Barat berusaha memprovokasi opini publik Ukraina untuk melawan Rusia dan agar mereka menilai Moskow sebagai pihak musuh.

Dalam dokumen ini ditekankan pula provokasi Barat untuk menciptakan instabilitas dalam negeri dan berbagai tantangan serius di Timur Tengah, Timur Jauh, Afrika, Asia Selatan dan Semenanjung Korea. Rusia menilai langkah Barat ini sangat berbahaya karena akan menimbulkan krisis yang tidak dapat terkontrol. Disinggung pula bahwa Rusia menuding Amerika Serikat sedang meningkatkan produksi persenjataan biologi dan mikroba di negara-negara tetangga Rusia. Hal ini telah disinggung oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.

Salah satu kekhawatiran lain Rusia adalah kemungkinan jatuhnya bahan atau senjata nuklir di tangan kelompok teroris. Pada saat yang sama, dokumen ini secara jelas menyatakan bahwa jika sarana lain tidak dapat mencegah agresi maka Rusia akan menggunakan persenjataan nuklirnya.

Faktor penting lain yang diperhatikan Moskow adalah masalah perang intelijen. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa Rusia memiliki berbagai sarana yang akan digunakan untuk mencapai tujuannya di kancah internasional. Termasuk di antaranya adalah penggunaan mekanisme dan sarana militer, ketika jelas bahwa langkah lain terbukti tidak efektif dalam menjaga kepentingan Rusia.

Di sisi lain, dokumen keamanan nasional Rusia juga memperingatkan upaya kekuatan internasional menggunakan senjata ekonomi guna menggapai tujuannya di Rusia. Ditekankan pula identifikasi kelemahan Rusia termasuk di antaranya tidak adanya persaingan ekonomi, ketergantungan pada minyak dan gas, penyalahgunaan finansial sejumlah pejabat dan korupsi. Oleh karena itu perlu diambil langkah-langkah untuk menarik Rusia keluar dari kondisi saat ini serta pentingnya mekanisme khusus mencegah keluarnya investasi dari Rusia, penurunan inflasi, penyeimbangan bujet, serta peningkatan hubungan dengan Cina, India, Amerika Latin dan Afrika.

Publikasi dokumen keamanan nasional Rusia mengundang reaksi luas media dan para analis Barat. Koran Washington Post menulis, dalam dokumen strategi baru Rusia, untuk pertama kalinya, nama Amerika Serikat tercatat dalam list ancaman keamanan Rusia, dan ini menunjukkan adanya konflik dalam hubungan kedua negara.