PM Israel Usul Negara Palestina Didirikan di Saudi, Begini Respons Riyadh
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i171430-pm_israel_usul_negara_palestina_didirikan_di_saudi_begini_respons_riyadh
Parstoday – Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, merespons keras usulan Perdana Menteri Rezim Zionis, terkait pendirian negara Palestina, di wilayahnya.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Feb 09, 2025 12:38 Asia/Jakarta
  • PM Israel Usul Negara Palestina Didirikan di Saudi, Begini Respons Riyadh

Parstoday – Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, merespons keras usulan Perdana Menteri Rezim Zionis, terkait pendirian negara Palestina, di wilayahnya.

Kemlu Saudi, Minggu (9/2/2025) mengumumkan, “Kami mengapresiasi langkah negara-negara saudara dalam mengecam, mengutuk, dan menentang penuh statemen PM Israel Benjamin Netanyahu, terkait pengusiran rakyat Palestina, dari tanah air mereka.”
 
Ditambahkannya, “Kami menghargai sikap negara-negara Arab dan Islam, yang menekankan masalah Palestina, sebagai poros.”
 
Menurut Kemlu Saudi, Riyadh, menekankan penolakan tegas atas pernyataan-pernyataan yang bermotif menyimpangkan perhatian publik dari kejahatan-kejahatan kontinu Rezim Israel, terhadap saudara-saudara Palestina, di Gaza.
 
“Kami menekankan bahwa rakyat saudara Palestina, adalah pemilik hak di tanahnya, bukan orang-orang yang masuk atau bermigrasi ke Palestina, sehingga Rezim penjajah penindas bisa mengusirnya kapan pun mereka mau. Hak rakyat saudara Palestina, ini akan terus lestari, dan seiring berjalannya waktu, tidak ada seorang pun yang bisa merebut hak ini dari rakyat Palestina,” imbuh Kemlu Saudi.
 
Sebelumnya PM Rezim Zionis, menolak syarat Saudi, yaitu berdirinya negara Palestina, sebagai konsesi atas normalisasi hubungan dengan Israel, dan ia mengusulkan kepada Saudi, supaya negara Palestina, didirikan di wilayah negara itu.
 
Netanyahu mengklaim, orang-orang Saudi, memiliki banyak wilayah kosong, dan mereka bisa mendirikan negara Palestina di sana. PM Israel juga mengklaim bahwa setelah peristiwa 7 Oktober 2023, Israel, tidak bisa membiarkan negara Palestina, berdiri di wilayahnya. (HS)