Negara-Negara Arab Berupaya Ganti Program Trump untuk Gaza
Feb 15, 2025 13:47 Asia/Jakarta
Parstoday – Negara-negara Arab, di bawah pimpinan Arab Saudi, sedang berusaha menemukan pengganti program Presiden Amerika Serikat untuk Gaza.
Kantor berita Reuters, Jumat (14/2/2025) melaporkan, langkah negara-negara Arab, dilakukan sebagai respons atas proyek kontroversial Donald Trump, untuk memindahkan paksa penduduk Palestina, di Gaza, ke Yordania dan Mesir.
Proyek Presiden AS tersebut ditolak oleh pemerintah Mesir dan Yordania, dan dianggap sebagai sebuah ide yang dapat memicu ketidakamanan di kawasan Asia Barat.
Menurut Reuters, Saudi dan sekutu-sekutu Arabnya terkejut dengan proyek Trump itu, karena mengabaikan tuntutan Saudi, untuk menciptakan jalur yang jelas ke arah pembentukan negara Palestina, sebagai syarat normalisasi hubungan dengan Israel.
Jalur tersebut juga dapat memuluskan jalan bagi sebuah pakta militer ambisius antara Arab Saudi dan Amerika Serikat.
Saat ini negara-negara Arab, sedang mengumpulkan usulan-usulan yang ada, dan mengubahnya menjadi sebuah program baru yang diharapkan bisa menggantikan proyek Trump untuk Gaza.
Negara-negara Arab bahkan mungkin saja menamai program ini dengan “Program Trump” dengan maksud untuk mendapatkan persetujuannya. Draf usulan ini akan dibahas di kota Riyadh, oleh negara-negara seperti Arab Saudi, Mesir, Yordania, dan Uni Emirat Arab.
Pada saat yang sama, program tersebut mungkin saja meliputi sebuah Dana Rekonstruksi yang dipimpin negara-negara Teluk Persia, dan berupaya untuk menyingkirkan Hamas.
Sementara program yang diusulkan Mesir, sebagai poros utama upaya ini meliputi pembentukan sebuah komite nasional Palestina untuk memerintah Gaza, tanpa Hamas, dengan partisipasi internasional dalam rekonstruksi tanpa memindahkan paksa warga Palestina ke luar negeri, dan bergerak ke solusi dua negara.
Program ini akan dibahas oleh negara-negara Arab dalam pertemuan di Riyadh, dan setelah itu akan disampaikan pada pertemuan para pemimpin negara Arab, 27 Februari 2025 mendatang. Banyak pengamat politik internasional mengakui bahwa menyingkirkan Hamas, dari Gaza, adalah pekerjaan yang sangat sulit. (HS)