Mayoritas Warga Amerika Khawatirkan Dampak Negatif Kebijakan Ekonomi Trump
Sebuah jajak pendapat baru menunjukkan bahwa 57 persen warga Amerika Serikat memandang kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump, termasuk penerapan tarif, akan memicu dampak negatif.
Menurut Pars Today mengutip Reuters melaporkan hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh sebuah kantor berita bekerja sama dengan perusahaan jajak pendapat Ipsos menunjukkan bahwa hampir 57 persen orang Amerika menilai Trump bertindak tidak sistematis dalam tindakan ekonominya, termasuk strategi tarif agresif yang telah mengkhawatirkan pasar saham.
Sementara itu, sepertiga responden mengatakan bahwa tindakan Trump tidak terlalu random atau tidak dapat diprediksi, dan 11% tidak yakin atau tidak menjawab.Tetapi hal yang penting dari jajak pendapat ini adalah bahwa satu dari tiga orang Republik menganggap tindakan Trump sangat random.
Pada akhirnya, hanya 41% pemilih yang mengatakan bahwa kebijakan ekonomi Trump akan berhasil di masa depan. Sementara itu, hampir 70 persen responden mengatakan tarif akan membuat bahan makanan dan barang umum lainnya lebih mahal. Oleh karena itu, 61% responden survei menekankan bahwa prioritas utama Trump seharusnya adalah menekan kenaikan harga.
Reuters akhirnya mencatat bahwa sejak kebijakan pemerintah AS mengenakan tarif pada barang-barang impor, bahkan dari negara-negara sahabat dan sekutu seperti Kanada dan Meksiko, pasar AS telah bereaksi keras. Bahkan sehingga indeks S&P 500 (saham teratas di Bursa Efek New York) telah kehilangan nilai lebih dari $4 triliun sejauh ini.
Namun, Gedung Putih telah menanggapi kritik tersebut dengan mengatakan bahwa kebijakan ekonomi Donald Trump, yang bertujuan untuk membawa kembali manufaktur ke Amerika Serikat, akan menyebabkan sedikit kerusakan ekonomi dalam jangka pendek.(PH)