Pendukung Kiev: Perbatasan Ukraina Tidak Boleh Berubah
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i181064-pendukung_kiev_perbatasan_ukraina_tidak_boleh_berubah
Pars Today - Para pemimpin koalisi negara-negara pendukung Kiev yang dikenal sebagai “Coalition of the Willing” dalam pernyataan akhir pertemuan mereka menegaskan dukungan terhadap upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang, serta menekankan bahwa perbatasan Ukraina tidak boleh diubah dengan tekanan atau paksaan.
(last modified 2025-11-26T05:40:06+00:00 )
Nov 26, 2025 12:37 Asia/Jakarta
  • Ukraina dan NATO
    Ukraina dan NATO

Pars Today - Para pemimpin koalisi negara-negara pendukung Kiev yang dikenal sebagai “Coalition of the Willing” dalam pernyataan akhir pertemuan mereka menegaskan dukungan terhadap upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang, serta menekankan bahwa perbatasan Ukraina tidak boleh diubah dengan tekanan atau paksaan.

Menurut laporan Rabu dini hari dari IRNA yang mengutip CNN, dalam pernyataan akhir pertemuan virtual negara-negara pendukung Ukraina disebutkan, setiap solusi untuk mengakhiri perang di Ukraina harus melibatkan Kiev sepenuhnya, menjaga kedaulatan, berpegang pada prinsip Piagam PBB, dan menjamin keamanan jangka panjang negara tersebut.

Pertemuan ini dipimpin bersama oleh Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris, Emmanuel Macron, Presiden Prancis, dan Friedrich Merz, Kanselir Jerman. Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS serta Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina juga hadir secara virtual.

Koalisi yang kini dikenal sebagai “Coalition of the Willing” pertama kali diumumkan setelah pertemuan di London dengan slogan “Menjamin Masa Depan”, atas inisiatif Inggris dan Prancis.

Pada awalnya, koalisi ini melibatkan sejumlah negara Eropa dan Persemakmuran, serta perwakilan Uni Eropa dan NATO.

Tujuan resminya adalah memberikan jaminan keamanan yang kuat bagi Ukraina jika tercapai gencatan senjata atau perjanjian damai dengan Rusia.

Jaminan itu dirancang untuk melampaui komitmen sebelumnya seperti Memorandum Budapest 1994, sekaligus mengisi kekosongan akibat tidak mungkinnya keanggotaan segera Ukraina di NATO.

Dalam kerangka inisiatif ini, beberapa pertemuan telah diadakan di London, Paris, Brussel, dan Kyiv. Para pemimpin Eropa membahas pembentukan pasukan multinasional bernama “Pasukan Penjamin” yang akan ditempatkan di wilayah Ukraina setelah perang berakhir.

Pasukan ini direncanakan menjalankan operasi darat, laut, dan udara untuk mencegah serangan Rusia berulang serta menjamin keamanan dari perjanjian damai yang mungkin tercapai.(sl)