Zakharova: Rusia Tidak Menerima Penempatan Pasukan Barat di Ukraina!
-
Maria Zakharova, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan bahwa penempatan pasukan militer Barat di Ukraina “dengan kedok dan bentuk apa pun” tidak dapat diterima oleh Rusia.
Menurut laporan IRNA, Maria Zakharova, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan dalam konferensi pers bahwa penempatan pasukan Barat di wilayah Ukraina tidak dapat diterima. Kami telah berulang kali menyatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian palsu itu akan menjadi sasaran sah tentara Rusia.
Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa koalisi yang disebut “Coalition of The Willing” telah menyelesaikan persiapan untuk pengerahan pasukan di Ukraina jika terjadi gencatan senjata, lapor TASS.
Zakharova menyebut kelompok itu sebagai “koalisi penghasut perang” yang aktivitasnya hanya menimbulkan kebingungan.
Jubir Kemenlu Rusia mengatakan, “Alih-alih fokus pada pencarian opsi untuk menyelesaikan krisis yang akan memuaskan kepentingan semua pihak yang terlibat, negara-negara anggota koalisi ini pada dasarnya mengembangkan rencana untuk menduduki Ukraina.”
Sebelumnya, Starmer menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan pengerahan pasukan dan peralatan Inggris di Ukraina, mengatakan bahwa dalam kerangka "Koalisi Sukarela", telah dibentuk proses politik dengan para pemimpin dan proses militer dengan para perencana militer, dan mereka telah diminta untuk mengembangkan rencana militer untuk udara, laut, darat, serta kemampuan Ukraina sendiri.
PM Inggris menambahkan bahwa rencana-rencana ini telah disiapkan di ketiga bidang tersebut dan, jika perlu, juga akan mencakup pengerahan pasukan darat, tetapi dalam situasi saat ini, prioritasnya adalah apakah perdamaian yang adil dan langgeng dapat dicapai.
Di sisi lain, Perdana Menteri Polandia juga menekankan mengenai Koalisi Sukarela dan pengiriman pasukan Warsawa ke Ukraina bahwa pasukan Polandia tidak akan berpartisipasi dalam misi perdamaian apa pun di Ukraina, dan sebaliknya, Warsawa akan mendukung "Koalisi Sukarela" dengan cara lain.(sl)