UNRWA Peringatkan Peningkatan Kekerasan Zionis di Tepi Barat
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i184928-unrwa_peringatkan_peningkatan_kekerasan_zionis_di_tepi_barat
Pars Today - Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengumumkan pada hari Minggu (01/02/2026) bahwa kekerasan rezim Israel di Tepi Barat telah meningkat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
(last modified 2026-02-02T08:36:49+00:00 )
Feb 02, 2026 15:35 Asia/Jakarta
  • UNRWA
    UNRWA

Pars Today - Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengumumkan pada hari Minggu (01/02/2026) bahwa kekerasan rezim Israel di Tepi Barat telah meningkat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut laporan Mehr, Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal UNRWA dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita Palestina Wafa menyatakan bahwa serangan oleh pemukim Zionis terus berlanjut tanpa henti dan penduduk Palestina terus-menerus terpapar ancaman, penggusuran dari tanah dan penghancuran mata pencaharian, sementara para pelaku tindakan ini kebal dari hukuman.

"Apa yang terjadi di Tepi Barat adalah 'perang senyap Israel' yang belum mendapat liputan media yang cukup dan sejak Oktober 2023, lebih dari seribu warga Palestina telah tewas di daerah ini, sekitar seperempatnya adalah anak-anak," imbuhnya.

Ia menekankan bahwa puluhan ribu orang masih mengungsi. Setahun setelah dimulainya Operasi Iron Wall Rezim Israel, gelombang pengungsian terbesar sejak 1967, rumah-rumah mereka secara bertahap dihancurkan untuk menghilangkan kemungkinan mereka kembali.

Lazzarini menekankan bahwa sementara fokus global tertuju pada Gaza, pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional telah menjadi hal biasa di Tepi Barat.

Sejak dimulainya perang genosida di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, tentara rezim dan pemukim Zionis di Tepi Barat telah melakukan berbagai kejahatan, termasuk pembunuhan, penghancuran rumah, pengusiran warga Palestina, dan perluasan permukiman.

Tindakan-tindakan ini sejauh ini telah menyebabkan kematian 1.100 warga Palestina, cedera sekitar 11.500 orang, dan penangkapan lebih dari 21.000 orang.

Di Tepi Barat, sekitar 770.000 pemukim Zionis tinggal di ratusan permukiman dan pos terdepan, di mana 250.000 di antaranya terletak di Quds Timur, dan mereka melakukan tindakan kekerasan setiap hari terhadap warga Palestina untuk secara paksa menggusur mereka dari tanah mereka.(sl)