Venezuela: Pembajakan AS Tidak akan Dibiarkan Begitu Saja
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i182672-venezuela_pembajakan_as_tidak_akan_dibiarkan_begitu_saja
Pars Today - Venezuela mengatakan penyitaan kapal tanker minyak kedua mereka dalam waktu kurang dari dua minggu oleh AS merupakan bagian dari kebijakan Washington untuk memberikan tekanan maksimal pada perekonomian negara itu, dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat mengganggu perdagangan energi global.
(last modified 2025-12-21T06:46:12+00:00 )
Des 21, 2025 13:38 Asia/Jakarta
  • Presiden Venezuela Nicolas Maduro
    Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Pars Today - Venezuela mengatakan penyitaan kapal tanker minyak kedua mereka dalam waktu kurang dari dua minggu oleh AS merupakan bagian dari kebijakan Washington untuk memberikan tekanan maksimal pada perekonomian negara itu, dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat mengganggu perdagangan energi global.

Menurut laporan FNA, pemerintah Venezuela mengeluarkan pernyataan resmi Minggu (21/12/2025) pagi, mengutuk keras tindakan pasukan AS yang menyita kapal tanker yang membawa minyak mentah Venezuela di perairan internasional Laut Karibia, dan menyebut tindakan itu sebagai "tindakan berbahaya dan contoh nyata pembajakan internasional".

Menurut Reuters, pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Venezuela menekankan, "Republik Bolivarian Venezuela dengan tegas mengutuk pencurian dan pembajakan kapal swasta yang melakukan perdagangan internasional yang sah dan mengangkut minyak Venezuela. Tindakan yang dilakukan oleh pasukan militer AS pada dini hari tadi, merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut, dan prinsip-prinsip dasar perdagangan bebas."

Pemerintah Nicolas Maduro melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan bahwa ini adalah penyitaan kapal tanker Venezuela kedua dalam waktu kurang dari dua minggu dan merupakan bagian dari kebijakan tekanan maksimum pemerintahan Trump untuk melemahkan ekonomi Venezuela.

“Tindakan agresif ini bertujuan untuk menjarah sumber daya alam rakyat Venezuela dan menunjukkan niat sebenarnya Washington untuk mengendalikan kekayaan energi kita,” demikian pernyataan itu.

Caracas juga memperingatkan bahwa langkah itu “tidak akan dibiarkan begitu saja” dan mengatakan akan “menggunakan semua opsi yang diperlukan untuk membela hak kedaulatannya”.

Menurut pernyataan itu, Venezuela berencana untuk mengajukan pengaduan resmi kepada Dewan Keamanan PBB, Organisasi Negara-negara Amerika, Organisasi Maritim Internasional, dan forum internasional lainnya. Pemerintah Venezuela juga menuntut pembebasan segera awak kapal yang disita dan pengembalian muatan minyak.

Langkah ini dilakukan setelah AS menyita kapal tanker lain, Skipper, pada 10 Desember, dan Presiden AS Donald Trump memerintahkan “blokade total” terhadap kapal tanker yang terkait dengan sanksi. Pejabat AS mengatakan tindakan itu merupakan bagian dari perang melawan “narkoterorisme” dan penegakan sanksi, tetapi pemerintah Venezuela menyebut operasi itu sebagai “terorisme maritim” dan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasionalnya.

Pemerintah Maduro, dengan alasan ketergantungan relatif Venezuela pada ekspor minyak, memperingatkan bahwa melanjutkan tindakan itu dapat secara serius mengganggu perdagangan energi global dan memiliki konsekuensi berbahaya bagi keamanan maritim internasional.

Presiden Venezuela sebelumnya mengatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu sepenuhnya siap untuk membela kapal-kapal dagang Venezuela.

Perkembangan ini terjadi pada saat Amerika Serikat telah meningkatkan kehadiran militernya di wilayah Karibia dan mengancam akan melakukan lebih banyak operasi.(sl)