Reuters: Rusia Menempatkan Rudal Hipersonik di Belarus Timur
-
Penempatan rudal Oreshnik di Belarus
Pars Today - Reuters mengklaim dalam laporan eksklusif bahwa Rusia mungkin mengerahkan rudal hipersonik di Belarus timur.
Menurut laporan IRNA dari Reuters, dua peneliti Amerika telah menemukan melalui studi citra satelit bahwa Moskow mungkin mengerahkan rudal balistik hipersonik baru yang mampu membawa hulu ledak nuklir di bekas pangkalan udara di Belarus timur, sebuah langkah yang dapat memperkuat kemampuan Rusia untuk menargetkan seluruh Eropa.
Penilaian para peneliti secara umum sejalan dengan temuan intelijen AS, kata seorang pejabat yang mengetahui masalah ini, yang berbicara dengan syarat anonim.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah berbicara tentang niatnya untuk mengerahkan rudal jarak menengah Oreshnik, dengan perkiraan jangkauan hingga 3.400 mil (5.500 kilometer), di Belarus, tetapi lokasi tepatnya belum pernah dilaporkan sebelumnya.
Beberapa ahli percaya bahwa penempatan Oreshnik menyoroti ketergantungan Kremlin yang semakin besar pada ancaman senjata nuklir karena berusaha mencegah anggota NATO memasok Ukraina dengan senjata yang dapat menyerang jauh ke dalam Rusia.
Menteri Pertahanan Belarusia Viktor Khrenin dikutip oleh kantor berita BelTA pada hari Rabu (24/12/2025) mengatakan bahwa penempatan rudal Oreshnik tidak akan mengubah keseimbangan kekuatan di Eropa dan merupakan "tanggapan kami" terhadap "tindakan agresif" Barat.
Moskow menguji rudal Oreshnik yang dipersenjatai secara konvensional terhadap target di Ukraina pada November 2024. Putin mengatakan bahwa rudal ini tidak mungkin dicegat karena kecepatannya melebihi Mach 10.
Pakar pertahanan Inggris John Foreman juga mengatakan bahwa Putin bermaksud untuk menempatkan senjata itu di Belarusia untuk mencakup sebagian besar Eropa.
Pengerahan rudal Oreshnik ini terjadi hanya beberapa minggu sebelum berakhirnya perjanjian New START yang ditandatangani pada tahun 2010. Ini adalah perjanjian terbaru AS-Rusia yang membatasi pengerahan senjata nuklir strategis oleh kekuatan nuklir terbesar di dunia.
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan pada hari Kamis (25/12) bahwa rudal nuklir hipersonik Oreshnik Rusia telah dikerahkan di negaranya.
Lukashenko sebelumnya mengatakan bahwa pengerahan rudal balistik Oreshnik Rusia di Belarusia merupakan respons terhadap meningkatnya ketegangan dari Barat.
Rudal Oreshnik dipamerkan selama latihan gabungan Rusia-Belarusia pada bulan September. Rusia pertama kali menggunakan rudal Oreshnik untuk menyerang sebuah perusahaan militer di Dnipro, Ukraina, pada November 2024.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa serangan itu sebagai respons terhadap penggunaan rudal jarak jauh Inggris dan Amerika oleh Ukraina untuk menyerang wilayah Rusia.(sl)