CNN: Serangan Drone CIA di Fasilitas Pelabuhan Venezuela
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i183244-cnn_serangan_drone_cia_di_fasilitas_pelabuhan_venezuela
Pars Today - Televisi Amerika CNN melaporkan hari Selasa (30/12/2025), mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi ini, bahwa Badan Intelijen Pusat AS (CIA) melakukan serangan drone terhadap fasilitas pelabuhan di pantai Venezuela pada awal Desember, yang merupakan serangan AS pertama yang diketahui terhadap target di dalam negara Amerika Latin itu.
(last modified 2025-12-30T07:11:32+00:00 )
Des 30, 2025 14:07 Asia/Jakarta
  • Drone AS
    Drone AS

Pars Today - Televisi Amerika CNN melaporkan hari Selasa (30/12/2025), mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi ini, bahwa Badan Intelijen Pusat AS (CIA) melakukan serangan drone terhadap fasilitas pelabuhan di pantai Venezuela pada awal Desember, yang merupakan serangan AS pertama yang diketahui terhadap target di dalam negara Amerika Latin itu.

Menurut laporan IRNA pada hari Selasa (30/12), sumber-sumber yang mengetahui informasi itu mengatakan kepada CNN bahwa CIA menargetkan fasilitas pelabuhan di pantai Venezuela awal bulan ini.

Menurut sumber-sumber itu, serangan drone, yang detailnya belum pernah dilaporkan sebelumnya, menargetkan dermaga terpencil di pantai Venezuela yang menurut pemerintah AS digunakan oleh geng Venezuela Tren de Aragua untuk menyimpan narkoba dan memindahkannya ke kapal untuk transportasi lebih lanjut.

Menurut sumber-sumber jaringan berita Amerika ini, tidak ada seorang pun yang berada di fasilitas itu pada saat serangan, sehingga tidak ada korban jiwa.

Menurut laporan ini, dua sumber mengatakan bahwa pasukan Operasi Khusus AS memberikan dukungan intelijen untuk operasi itu, yang menekankan peran berkelanjutan mereka di wilayah itu. Namun, Kolonel Eli Weiszkoff, Juru Bicara Komando Operasi Khusus AS, membantah hal ini, dan menyatakan bahwa pasukan Operasi Khusus tidak memberikan dukungan apa pun untuk operasi itu, termasuk dukungan intelijen.

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengakui serangan itu dalam sebuah wawancara yang awalnya kurang mendapat perhatian, meskipun ia memberikan sedikit detail, termasuk ketika wartawan bertanya langsung kepadanya tentang hal itu pada hari Senin. Trump mengklaim bahwa "kami telah menghancurkan fasilitas utama di Venezuela".

Serangan itu dapat secara signifikan meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang telah ditekan Washington untuk mundur melalui serangkaian operasi militer.

Amerika Serikat telah memiliki kehadiran militer yang besar di Karibia dan Samudra Pasifik sejak musim panas tahun ini, dan telah melakukan serangkaian penggerebekan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba sebagai bagian dari Operasi Southern Spear, sebuah operasi yang sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 105 orang dalam lebih dari 20 serangan, meskipun klaim Washington bahwa tidak ada bukti bahwa kapal-kapal yang menjadi sasaran terlibat dalam perdagangan narkoba.(sl)