Usulan Baru AS tentang Partisipasi Turki di Gaza
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i183408-usulan_baru_as_tentang_partisipasi_turki_di_gaza
Pars Today - Stasiun TV Israel Channel 11 (Kan) melaporkan bahwa AS sedang mempertimbangkan rencana baru untuk partisipasi Turki dalam pasukan internasional yang ditujukan untuk Gaza.
(last modified 2026-01-02T04:04:23+00:00 )
Jan 02, 2026 10:45 Asia/Jakarta
  • Bendera Turki dan AS
    Bendera Turki dan AS

Pars Today - Stasiun TV Israel Channel 11 (Kan) melaporkan bahwa AS sedang mempertimbangkan rencana baru untuk partisipasi Turki dalam pasukan internasional yang ditujukan untuk Gaza.

Menurut laporan IRNA pada Jumat (02/01/2026) pagi, media Palestina mengutip Channel 11 TV Israel yang menambahkan bahwa para pejabat AS telah mengemukakan gagasan dalam pembicaraan dengan pihak-pihak Israel yang menurutnya Turki akan terlibat dalam pasukan internasional di Gaza, tetapi tidak secara langsung.

Saluran Israel itu menganggap usulan ini sebagai upaya untuk menghindari penentangan keras Israel terhadap kehadiran langsung pasukan Turki di dalam Gaza.

Channel 11 Israel menambahkan, "Menurut rencana ini, tidak ada pasukan Turki yang akan ditempatkan di Gaza, tetapi mereka akan diizinkan untuk hadir di pangkalan-pangkalan di Mesir dan Yordania, dari mana mereka akan memberikan dukungan logistik jarak jauh untuk pasukan internasional yang beroperasi di Gaza."

Menurut laporan itu, Washington melihat solusi ini sebagai solusi yang dapat memuaskan semua pihak dan sekaligus menguntungkan peran Turki tanpa melanggar garis merah Israel.

Laporan itu juga mencatat bahwa gagasan-gagasan ini telah diangkat bahkan sebelum pertemuan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Florida.

Saluran TV Israel Channel 11 melanjutkan, “Ini menunjukkan bahwa pemerintah AS serius mencari kerangka kerja baru di tingkat regional dan internasional untuk mengelola masalah keamanan di Gaza, dan kerangka kerja ini, dengan partisipasi tidak langsung dari kekuatan regional, akan berupaya untuk memastikan keberlanjutan pasukan internasional yang diusulkan.”

Saluran TV Israel yang sama sebelumnya melaporkan bahwa penentangan rezim Zionis terhadap kehadiran Turki dan pembentukan pasukan internasional di Gaza dalam kerangka perjanjian gencatan senjata telah menyebabkan keretakan tajam dalam hubungan dengan pemerintah AS. Ini terjadi sementara Amerika Serikat ingin mempercepat pembentukan pasukan multinasional di Gaza.

Jaringan itu mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump juga bersikeras untuk memberikan peran kepada Turki di Jalur Gaza untuk "hari setelah perang" dan bahkan telah mempertimbangkan dua opsi: mengerahkan pasukan sipil Turki atau melibatkan negara itu dalam proses rekonstruksi di Jalur Gaza tanpa otoritas keamanan apa pun.(sl)