Trump Kembali Mengeluarkan Pernyataan Intervensionis Terhadap Iran
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i183612-trump_kembali_mengeluarkan_pernyataan_intervensionis_terhadap_iran
Pars Today - Presiden AS sekali lagi mengulangi pernyataan intervensionisnya terhadap Republik Islam Iran menyusul peristiwa baru-baru ini.
(last modified 2026-01-05T03:54:07+00:00 )
Jan 05, 2026 10:50 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump

Pars Today - Presiden AS sekali lagi mengulangi pernyataan intervensionisnya terhadap Republik Islam Iran menyusul peristiwa baru-baru ini.

Menurut laporan IRNA, sementara pihak berwenang Republik Islam Iran bersikeras untuk mendengarkan suara para demonstran, Donald Trump sekali lagi memperingatkan Republik Islam Iran agar tidak menggunakan kekerasan terhadap para demonstran dalam percakapan dengan wartawan di pesawat kepresidenan pada hari Minggu (04/01/2026).

Presiden AS Trump sebelumnya memposting ulang sebuah artikel tentang dukungan terhadap para demonstran Iran di jejaring sosialnya yang bernama Truth Social dan mengutip judul artikel itu dalam postingannya.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS telah mengancam Tehran dengan serangan militer dengan dalih membangun kembali fasilitas nuklir dan rudal setelah Perang 12 Hari dan juga dengan dalih mendukung para demonstran di Iran.

Dalam beberapa hari terakhir, protes telah terjadi karena fluktuasi harga, terutama fluktuasi mata uang dan situasi ekonomi.

Pernyataan intervensionis Donald Trump dibuat ketika para pejabat Republik Islam, termasuk Presiden Republik Islam Iran, menganggap menghormati rakyat dan mendengarkan tuntutan mereka sebagai prinsip pemerintahan.

Pada hari Minggu, 4 Januari 2026, dalam rapat kabinet, Massoud Pezzekian menekankan perlunya memperlakukan rakyat dengan baik dan bertanggung jawab dan menyatakan, "Berurusan dengan masyarakat harus disertai dengan rasa hormat, dialog, dan kemurahan hati, dan Kementerian Dalam Negeri berkewajiban untuk melakukan pengawasan yang lengkap dan menyeluruh dalam hal ini."

Presiden menambahkan, "Tidak diragukan lagi, interaksi langsung dengan rakyat, mendengarkan kekhawatiran, tuntutan, dan kritik mereka, dan mencoba meyakinkan opini publik, memainkan peran efektif dalam mengurangi tekanan psikologis dan sosial. Tidak mungkin meyakinkan atau menenangkan masyarakat dengan pendekatan paksa dan metode yang salah."(sl)