Keinginan Inggris untuk Bergabung dengan Dana Pertahanan UE
-
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer
Pars Today - Perdana Menteri Inggris, mengatakan bahwa London berminat untuk melanjutkan negosiasi untuk bergabung dengan dana pertahanan "Tindakan Keamanan Eropa" (SAFE).
Menurut laporan IRNA yang dikutip dari The Guardian, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada hari Minggu (01/02/2026) mengatakan, "Kami harus melakukan lebih banyak tindakan. Selain Presiden Donald Trump, presiden lainnya juga berpendapat bahwa Eropa harus mengambil lebih banyak tindakan."
Dia menambahkan, "Saya juga memiliki pendapat yang sama. Itulah sebabnya kami berkomitmen untuk meningkatkan pengeluaran militer. Menurut saya, kita harus melangkah lebih jauh."
Starmer kepada wartawan berkata, "Argumentasi saya adalah bahwa kita harus mencari rencana seperti SAFE dan bekerja lebih banyak bersama pihak lain."
Tujuan dari dana SAFE adalah untuk meminjam dari pasar keuangan guna mendanai proyek-proyek militer dan pertahanan di Uni Eropa.
Bloomberg pada November 2025 mengutip sumber-sumber yang mengetahui situasi itu yang melaporkan bahwa negosiasi untuk bergabung dengan dana pertahanan ini gagal. Perbedaan pendapat mengenai besarnya kontribusi Inggris ke dana ini menjadi penyebab kegagalan negosiasi.
Sebelumnya, Financial Times melaporkan bahwa Uni Eropa meminta Inggris untuk membayar 2 miliar euro untuk bergabung dengan dana SAFE yang bernilai 140 miliar dolar AS.
John Healey, Menteri Pertahanan Inggris, pada bulan November mengatakan bahwa London ingin menjadi anggota dana pertahanan Uni Eropa, namun "bukan dengan harga berapa pun."(sl)