Akhirnya, Baghdad Terima 450 Anggota ISIS dari Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i184898-akhirnya_baghdad_terima_450_anggota_isis_dari_suriah
Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Irak mengungkapkan bahwa negaranya telah menerima 450 orang yang merupakan anggota kelompok teroris ISIS dari Suriah, di antara mereka terdapat sejumlah pemimpin kelompok ini.
(last modified 2026-02-02T04:55:57+00:00 )
Feb 02, 2026 11:46 Asia/Jakarta
  • Teroris ISIS
    Teroris ISIS

Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Irak mengungkapkan bahwa negaranya telah menerima 450 orang yang merupakan anggota kelompok teroris ISIS dari Suriah, di antara mereka terdapat sejumlah pemimpin kelompok ini.

Menurut laporan Mehr yang dikutip dari Anadolu, Hisham Al-Alawi, dalam wawancara dengan kantor berita resmi Irak (WAA) pada hari Senin (02/02/2026), mengatakan bahwa jumlah anggota ISIS yang dipindahkan ke Irak sangat terbatas jika dibandingkan dengan sekitar 7.000 individu yang ditahan di Suriah, dan beberapa dari individu yang dipindahkan ini adalah pemimpin ISIS.

Menurutnya, sebagian besar dari mereka masih berada di penjara-penjara di Suriah dan memiliki kewarganegaraan yang berbeda-beda.

Ia menambahkan, beberapa orang yang dipindahkan ke Irak adalah warga negara Irak, dan Baghdad telah berusaha mempercepat proses pemindahan mereka selama periode terakhir.

Al-Alawi menegaskan bahwa individu yang terlibat dalam tindak pidana akan dibawa ke pengadilan, sementara mereka yang tidak memiliki tuduhan akan dipindahkan ke pusat-pusat rehabilitasi dan status mereka akan diperiksa.

Pejabat Irak ini juga mengatakan bahwa sebagian besar tahanan ISIS di Suriah memiliki kewarganegaraan dari negara lain, dan jumlah kewarganegaraan mereka lebih dari 40 negara.

Ia menekankan bahwa selama bertahun-tahun, Irak telah secara resmi meminta negara asal individu-individu ini untuk menerima tanggung jawab atas warga negara mereka dan mengambil mereka kembali, tapi banyak negara tidak memberikan jawaban positif dan hanya beberapa negara yang mengambil tindakan terkait hal ini.

Menurut Al-Alawi, sebelumnya dari 7.000 anggota ISIS yang berada di Suriah, sekitar 2.000 orang di antaranya adalah warga Irak, yang sebagian telah dipulangkan ke Irak.

Ia menambahkan, "Posisi resmi Baghdad selalu mengatakan bahwa negara ini tidak memiliki kapasitas untuk mengadili semua warga negara asing, dan negara lain harus bertanggung jawab atas warganya."

Al-Alawi juga menyatakan, "Dewan Kehakiman Irak telah menetapkan prinsip hukum yang jelas, yang menurutnya, setiap individu, baik warga Irak maupun warga negara lain, yang melakukan kejahatan di wilayah Irak akan diadili di pengadilan negara ini dan hukum nasional akan diterapkan kepadanya, tapi jika kejahatan itu tidak terjadi di Irak, maka penyelidikan akan dilakukan di negara asalnya."

Pada 21 Januari lalu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya operasi pemindahan tahanan ISIS dari Suriah bagian timur laut ke Irak dan mengatakan bahwa pasukan Amerika telah memindahkan 150 orang dari pusat penahanan di Provinsi Hasakah ke lokasi di dalam Irak.

Pada hari yang sama, Brad Cooper, Komandan CENTCOM, dalam sambungan telepon dengan Ahmad Al-Shara, Presiden Suriah yang mengklaim, memberitahukan rencana pemindahan 7.000 tahanan ISIS ke Irak.

Perkembangan ini terjadi setelah mundurnya pasukan SDF dari kamp Al-Hawl di Suriah bagian timur laut dan setelah bentrokan dengan tentara Suriah, kamp itu kemudian berada di bawah kendali tentara Suriah.

Pemerintah Irak pada 10 Desember 2017 mengumumkan kemenangan atas ISIS dan pembebasan wilayah yang diduduki, tapi inti kelompok itu masih aktif secara tersebar di provinsi-provinsi utara, barat, dan timur, dan sesekali melakukan serangan. Sebaliknya, pemerintah Irak juga melanjutkan operasi keamanan dan militer untuk menghapus sisa-sisa kelompok ini.(sl)