Menhan Inggris Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Ukraina
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i185942-menhan_inggris_siap_kirim_pasukan_penjaga_perdamaian_ke_ukraina
ParsToday – Menteri Pertahanan Inggris, Senin dini hari, menyatakan keinginannya menjadi negara pertama yang mengirim pasukan penjaga perdamaian Inggris ke Ukraina.
(last modified 2026-02-23T04:40:21+00:00 )
Feb 23, 2026 11:26 Asia/Jakarta
  • Menteri Pertahanan Inggris, John Healey
    Menteri Pertahanan Inggris, John Healey

ParsToday – Menteri Pertahanan Inggris, Senin dini hari, menyatakan keinginannya menjadi negara pertama yang mengirim pasukan penjaga perdamaian Inggris ke Ukraina.

Melaporkan dari IRNA, Senin, 23 Februari 2026, Menteri Pertahanan Inggris, John Healey dalam wawancara dengan harian Telegraph mengatakan, "Saya ingin menjadi menteri pertahanan yang mengerahkan pasukan Inggris ke Ukraina karena ini berarti perang akhirnya berakhir."

Menteri Pertahanan Inggris menulis bahwa ini juga berarti akan ada perdamaian di Ukraina berdasarkan negosiasi. Eropa yang aman membutuhkan Ukraina yang kuat dan merdeka.

Para pemimpin Eropa pada Desember lalu menyatakan Eropa siap memimpin "pasukan multinasional" di Ukraina dalam kerangka rencana perdamaian Amerika.

Para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan delapan negara Eropa lainnya mengatakan pasukan "koalisi pendukung" Ukraina setelah gencatan senjata akan membantu "membangun kembali angkatan bersenjata Ukraina, mengamankan wilayah udara dan lautnya" dengan dukungan Amerika.

Hal ini terjadi saat negosiasi perdamaian Ukraina belum membuahkan hasil. Putaran pertama dan kedua dialog trilateral Amerika, Rusia, dan Ukraina yang berfokus pada masalah keamanan digelar di Abu Dhabi pada 23-24 Januari serta 4-5 Februari.

Putaran ketiga dialog berlangsung Selasa-Rabu di Jenewa, Swiss. Zelenskyy setelah negosiasi ini menyatakan Rusia dan Ukraina hampir menyelesaikan dokumen yang menentukan cara pemantauan setiap gencatan senjata untuk mengakhiri perang empat tahun.

Kantor berita TASS melaporkan putaran keempat dialog mungkin digelar Kamis, 26 Februari, di Jenewa.(sl)