Netanyahu Gunakan Ancaman Hamas untuk Pengaruhi Pemilu
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i198108-netanyahu_gunakan_ancaman_hamas_untuk_pengaruhi_pemilu
Pars Today - Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, dengan menggunakan instrumen ancaman Hamas sebagai propaganda pemilihan, menyatakan bahwa gerakan ini akan berupaya untuk menyerang guna mempengaruhi pemilihan yang akan datang.
(last modified 2026-10-06T14:29:56+00:00 )
Okt 06, 2026 21:27 Asia/Jakarta
  • Benjamin Netanyahu
    Benjamin Netanyahu

Pars Today - Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, dengan menggunakan instrumen ancaman Hamas sebagai propaganda pemilihan, menyatakan bahwa gerakan ini akan berupaya untuk menyerang guna mempengaruhi pemilihan yang akan datang.

Menurut laporan IRNA yang dikutip dari Times of Israel, Netanyahu hari ini Selasa (6/10) di awal rapat mingguan kabinet mengklaim bahwa Hamas berniat dengan menggunakan sisa-sisa pasukannya untuk melakukan serangan sebelum pemilihan parlemen yang akan datang.

 

Sebelumnya Yisrael Katz, Menteri Perang rezim Zionis dan separtai dengan Netanyahu, merujuk pada informasi yang diklaim bahwa Hamas berniat pada peringatan ketiga 7 Oktober (Operasi Badai Al-Aqsa) melakukan serangan dan agresi terhadap personel militer Israel di Gaza.

 

Pernyataan Netanyahu muncul sementara hasil survei saluran 12 televisi rezim Zionis menunjukkan bahwa orang-orang Zionis menganggapnya sebagai penanggung jawab utama kegagalan keamanan pada 7 Oktober.

 

Menurut hasil survei ini, 65 persen responden percaya bahwa tanggung jawab langsung dan penuh atas kegagalan ini berada pada Perdana Menteri rezim Zionis. Juga 87 persen orang Israel percaya bahwa penanggung jawab kegagalan ini adalah Netanyahu.

 

Poin penting dalam mengkaji hasil survei ini adalah peningkatan jumlah orang Israel yang menganggapnya sebagai penanggung jawab kegagalan. Komponen ini meningkat tujuh persen dibandingkan bulan lalu.

 

Sementara itu Netanyahu dengan pernyataan-pernyataan semacam ini berupaya melunakkan suasana yang terbentuk melawannya dan menyelamatkan dirinya dari risiko kejatuhan politik di ambang pemilihan parlemen pada tanggal 27 Oktober 2026 (5 Aban).(MF)