Jun 20, 2024 12:50 Asia/Jakarta
  • Kemlu Iran Reaksi Tindakan Permusuhan Kanada terhadap IRGC

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras tindakan permusuhan pemerintah Kanada terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Tehran,Parstoday-Pemerintah federal Kanada mengambil tindakan bermusuhan dan bertentangan dengan hukum internasional dengan secara resmi memasukkan nama Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ke dalam daftar teroris pemerintah AS.

Nasser Kanani Chafi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran hari Kamis (20/6/2023) mengutuk keras tindakan politik, di luar standar dan tidak bijaksana dari pemerintah Kanada yang melabeli Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai kelompok teroris. 

"Keputusan Ottawa yang tidak dipertimbangkan dengan baik ini bermusuhan dan bertentangan dengan standar dan prinsip hukum internasional yang diterima, termasuk kesetaraan kedaulatan dan tidak adanya campur tangan dalam urusan dalam negeri pihak lain, serta contoh serangan terhadap kedaulatan nasional Iran," ujar Jubir Kemlu Iran.

"Tindakan pemerintah Kanada yang tidak bertanggung jawab dan provokatif merupakan jalan salah yang telah diambilnya selama lebih dari satu dekade di bawah pengaruh sejumlah penghasut perang dan pelanggar hak asasi manusia serta para pendiri utama terorisme," tegasnya.

Juru bicara jawatan diplomatik Iran menyatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam adalah lembaga berdaulat yang muncul dari tubuh bangsa Iran dan memiliki identitas resmi dan hukum yang dikeluarkan dari Konstitusi Republik Islam, yang bersama dengan unsur-unsur lain dari dalam angkatan bersenjata Republik Islam yang bertanggung jawab untuk menjaga keamanan nasional dan perbatasan Iran, serta bertanggung jawab untuk berkontribusi terhadap stabilitas keamanan dan stabilitas di kawasan dengan menghadapi fenomena terorisme yang mengerikan

"Tindakan buruk pemerintah Kanada tidak berpengaruh pada produksi kekuatan yang sah dan pencegah serta peningkatan tingkat dan ruang lingkup otoritas Korps Garda Revolusi Islam, dan Republik Islam memiliki hak menghadapi keputusan Kanada ini,"pungkasnya.(PH)

 

Tags