Ini Reaksi Uni Eropa terhadap klaim Presiden Terpilih AS tentang Pengambilalihan Greenland
Uni Eropa dan pejabat senior dari Denmark, Prancis, dan Jerman telah bereaksi terhadap ancaman presiden terpilih AS untuk menggunakan tekanan ekonomi atau militer guna merebut Greenland.
Jaringan Sahab melaporkan, Anita Hipper, Juru Bicara Kaja Kallas, Kepala Kebijakan luar negeri Uni Eropa hari Rabu (8/1/2025) menanggapi ststemen Presiden terpilih AS Donald Trump dalam kata-katanya mengenai akuisisi Greenland oleh Denmark, dan menegaskan pentingan menghormarti kedaulatan negara lain.
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen juga mengumumkan bahwa keinginan Greenland untuk merdeka semakin mendekati kenyataan, tetapi bergabungnya pulau itu dengan Amerika Serikat tidak mungkin terjadi.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barot juga mengkritik pendekatan presiden terpilih AS, dengan mengatakan bahwa era status adidaya Amerika telah berakhir.
Juru Bicara Pemerintah Federal Jerman, Steffen Hebestreit menekankan menurut Piagam PBB, perbatasan tidak boleh diubah.
Bulan lalu, Presiden terpilih AS Donald Trump mengatakan bahwa kendali AS atas Greenland merupakan kebutuhan mutlak dan bahwa rakyat Greenland akan mendapat manfaat jika bergabung dengan AS.
Greenland adalah pulau terbesar di dunia dan merupakan wilayah pemerintahan otonomi di bawah Denmark.(PH)