Iran Minta Hak-hak Minoritas Suriah Dijaga
Parstoday- Menteri Luar Negeri Iran dalam kontak telepon dengan sejawatnya dari Turki mendesak hak-hak kaum minoritas di Suriah dijaga.
Menurut laporan Parstoday mengutip IRNA, Sayid Abbas Araghchi, menlu Iran dan Menlu Turki Hakan Fidan, Kamis (23/1/2025) malam dalam kontak telepon membahas isu-isu yang berkaitan dengan hubungan bilateral dan transformasi Suriah.
Araghchi seraya menekankan kembali kebijakan berprinsip Republik Islam Iran dalam mendukung kedaulatan dan integritas teritorial Suriah dan perlunya menghindari konflik internal dan membentuk pemerintahan inklusif dengan partisipasi semua arus politik, etnis, dan agama, khawatir atas pemberitaan mengenai tindakan sewenang-wenang kelompok bersenjata terhadap rakyat dan warga sipil di wilayah Syiah dan Alawi dan menyerukan perlindungan hak-hak kaum minoritas.
Kelompok oposisi bersenjata di Suriah memulai operasi mereka di wilayah barat laut, barat, dan barat daya Aleppo pada pagi hari tanggal 27 November 2024, dengan tujuan menyingkirkan pemerintahan Bashar al-Assad (mantan presiden Republik Suriah) dari kekuasaan. Mereka akhirnya menguasai kota Damaskus setelah sebelas hari dan mereka mengumumkan kepergian Assad dari negara itu.
Suriah, negara dengan sejarah dan budaya yang kaya, selalu menjadi tempat bertemunya berbagai peradaban dan agama. Sementara itu, kaum Alawi, sebagai salah satu minoritas agama penting di Suriah, telah memainkan peran khusus dalam sejarah negara tersebut. Namun baru-baru ini, setelah perkembangan baru di Suriah, beberapa klip telah diterbitkan di internet yang menunjukkan kelompok teroris dan individu bersenjata melecehkan beberapa warga Suriah dan keluarga mereka. (MF)