Menjauhi Dosa; Pesan Doa Hari Keenam Bulan Ramadan
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i11581-menjauhi_dosa_pesan_doa_hari_keenam_bulan_ramadan
Di hari keenam bulan Ramadan kita membaca: Allahumma Laa Takhdzulni Fiihi Lita'arrudhi Ma'shiyatik wa Laa Tadhribni Bisiyaathi Naqimatik wa Zahzihni Fiihi Min Muujibaati Sakhatik Bimannik wa Ayadiik Yaa Muntaha Raghbatir Raaghibiina
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 12, 2016 05:39 Asia/Jakarta
  • Doa Hari ke-6 Bulan Ramadan
    Doa Hari ke-6 Bulan Ramadan

Di hari keenam bulan Ramadan kita membaca: Allahumma Laa Takhdzulni Fiihi Lita'arrudhi Ma'shiyatik wa Laa Tadhribni Bisiyaathi Naqimatik wa Zahzihni Fiihi Min Muujibaati Sakhatik Bimannik wa Ayadiik Yaa Muntaha Raghbatir Raaghibiina

Ya Allah...

 

Jangan Engkau hinakan aku karena perbuatan maksiat kepada-Mu. Janganlah Engkau pukul aku dengan cambuk balasan-Mu. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemurkaan-Mu dengan anugerah dan bantuan-Mu. Wahai puncak keinginan orang-orang yang berkeinginan.

 

Dalam doa hari keenam bulan Ramadan ada tiga tema penting; dosa, balasan ilahi atas para pendosa dan menjauhkan diri dari hal-hal yang menyebabkan kemurkaan Allah Swt. Doa hari keenam ini menekankan pentingnya menjauhkan diri dari dosa.

 

Sebagian dari perbuatan dosa:

 

1. Meninggalkan kewajiban

 

Imam Shadiq as berkata, "Seorang hamba yang meninggalkan satu dari kewajiban, maka Allah tidak akan melihatnya dengan pandangan rahmat dan tidak mensucikannya." (Wasail as-Syiah, jilid 11, hal 207)

 

2. Memakan barang haram

 

Rasulullah Saw bersabda, "Setiap kali ada makanan haram masuk ke dalam perut seorang hamba, maka malaikat langit dan bumi akan melaknatnya." (Safinah al-Bihar, jilid 1, hal 240)

 

3. Membantu orang-orang zalim

 

Imam Shadiq as berkata, "Membantu orang-orang zalim dan menyukai mereka termasuk dosa besar." (al-Kafi, jilid 3, hal 180)

 

Apa yang harus dilakukan seseorang ketika ia tidak dapat meninggalkan perbuatan dosa

 

Seseorang mendatangi Imam Shadiq as dan berkata, "Saya sudah terbiasa melakukan perbuatan dosa. Saya tidak sabar untuk melakukannya. Saya mohon kepada Anda untuk bersedia membantuku dan menasihatiku."

 

Dengan lembut Imam Shadiq as berkata kepadanya, "Ada empat syarat yang akan kusampaikan, bila engkau mampu melakukannya, maka kapan saja engkau menginginkannya, silahkan melakukan perbuatan dosa:

 

1. Jangan makan dari rezeki Allah. Selain itu, silahkan berbuat dosa.

 

2. Cari tempat sehingga Allah tidak melihatmu. Di sana engkau bisa bebas berbuat dosa.

 

3. Keluarlah dari wilayah dan bumi Allah, di sana engkau bisa berbuat dosa sesukamu.

 

4. Jangan serahkan jiwamu kepada Jibril dan lakukan dosa sesukamu.

 

5. Jangan mau dibawa ke neraka jahannam dan berbuat dosa seperti yang engku inginkan." (Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 126)

 

Beberapa hadis tentang dosa:

 

1. Imam Ali as berkata, "Dosa terbesar adalah pelakunya menganggap kecil sebuah perbuatan dosa." (Nahjul Balaghah, khutbah 348)

 

2. Imam Hasan Askari as berkata, "Orang yang paling berusaha adalah orang yang meninggalkan dosa." (Tuhaf al-Uqul, hal 489)

 

3. Imam Ali as berkata, "Barangsiapa yang banyak berpikir tentang dosa, maka perbuatan dosa akan menyeretnya agar melakukannya." (Ghurar al-Hikam, hadis 3443)

 

4. Rasulullah Saw bersabda, "Jangan melihat pada kecilnya perbuatan dosa, tapi perhatikan bagaimana seseorang berani melanggar perintah Allah Swt." (Jihad an-Nafs, hal 405)

 

5. Imam Muhammad Baqir as berkata, "Seseorang tidak akan sampai ke wilayah kami, kecuali dengan perbuatan yang layak dan tidak melakukan dosa." (Jihad an-Nafs, hal 112)

 

6. Muhammad Baqir as berkata, "Seseorang tidak dapat melepaskan diri dari dosa, kecuali ia dapat mengontrol lisannya." (Bihar al-Anwar, jilid 75, hal 178)

 

7. Rasulullah Saw bersabda, "Seseorang yang mencela saudara seagamanya dengan perbuatan dosa tidak akan mati, kecuali ia pasti akan melakukan hal yang sama." (Nahjul Fashahah, hal 2756)

 

8. Rasulullah Saw bersabda, "Barangsiapa yang bangun pagi dan tidak punya keinginan untuk menzalimi orang lain, niscaya Allah akan mengampuni perbuatan dosa yang dilakukannya." (al-Kafi, jilid 2, hal 332, hadis 8)

 

9. Imam Shadiq as berkata, "Barangsiapa memiliki tetangga yang melakukan perbuatan dosa, tapi ia tidak melarangnya, maka ia terhitung melakukan dosa itu juga." (Irsyad al-Qulub, jilid 1, hal 183)

 

10. Imam Shadiq as berkata, "Bila seorang fasik menyatakan perbuatan dosanya secara terang-terangan, maka ia tidak memiliki kehormatan dan tidak terhitung ghibah bila membicarakannya." (Bihar al-Anwar, jilid 75, hal 253, hadis, 32)

 

Beberapa hal yang dapat menghapus dosa:

 

1. Rasulullah Saw bersabda, "Tamu membawa rezeki dan menghapus dosa tuan rumah." (Bihar al-Anwar, jilid 75, hal 461, hadis 14)

 

2. Imam Ali as berkata, "Rasa malu terhadap Allah dapat menghapus banyak dari dosa manusia." (Ghurar al-Hikam, jilid 1, hal 399, hadis 1548)

 

3. Rasulullah Saw bersabda, "Wahai Ali! Membantu istri dapat menjadi penghapus dosa-dosa besar dan menghilangkan kemurkaan Allah dan mas kawin dapat menambah kebaikan dan derajat." (Jami' al-Akhbar, hal 276)

 

4. Rasulullah Saw bersabda, "Bila seorang hamba di awal wudhunya mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, maka seluruh anggota tubuhnya disucikan dari dosa."

 

5. Imam Shadiq as berkata, "Pintu-pintu dosa akan tertutup dengan mengucapkan "A'udzubillahi Minas Syaithanir Rajiim" dan pintu-pintu ketaatan dengan mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim"." (ad-Da'awat, hal 52)