Menjaga Kesucian; Pesan Doa Hari Kedua Belas Bulan Ramadhan
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i12187-menjaga_kesucian_pesan_doa_hari_kedua_belas_bulan_ramadhan
Di hari kedua belas bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma Zayyini Bissatri Wal’ifaf Wasturni Fiihi Bilibaasil Qunu'i Walkafaafi Wahmilni Fiihi ‘Alal ‘Adli Walinshaafi Waaminni Fiihi Min Kulli Maa Akhaafu Bi'ishmatika Yaa ‘Ishmatal Khaaifiina
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 18, 2016 09:35 Asia/Jakarta

Di hari kedua belas bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma Zayyini Bissatri Wal’ifaf Wasturni Fiihi Bilibaasil Qunu'i Walkafaafi Wahmilni Fiihi ‘Alal ‘Adli Walinshaafi Waaminni Fiihi Min Kulli Maa Akhaafu Bi'ishmatika Yaa ‘Ishmatal Khaaifiina

Ya Allah...

 

Hiasilah aku dengan penutup dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian qana'ah dan kerelaan. Tempatkanlah aku di atas jalan keadilan dan sikap tulus. Amankanlah aku dari setiap yang aku takuti dengan penjagaan-Mu. Wahai Penjaga orang-orang yang takut.

 

Dalam doa hari kedua belas bulan Ramadhan ada tiga tema penting; pakaian dan kesucian, qana'ah dan merasa cukup, keadilan dan obyektif, serta aman dari akibat dosa. Doa hari kedu belas ini menekankan pentingnya menjaga kesucian.

 

Keutamaan kesucian (‘Ifaf)

 

1. Ibadah terbaik

 

Imam Shadiq as as berkata, "Ibadah paling baik adalah menjaga kesucian." (al-Kafi, jilid2, hal 78)

 

2. Pondasi segala kebaikan

 

Imam Ali as berkata, "Kesucian merupakan puncak dari segala kebaikan." (Ghurar al-Hikam, tentang kesucian)

 

3. Zakat keindahan

 

Imam Ali as berkata, "Zakat keindahan adalah menjaga kesucian." (Ghurar al-Hikam, tentang kesucian)

 

Faktor-faktor yang dapat menjaga kesucian

 

1. Rela akan apa yang ada

 

Imam Ali as berkata, "Rela atas apa yang ada menyebabkan kesucian seseorang." (Ghurar al-Hikam, tentang kesucian)

 

2. Tanggung jawab

 

Imam Ali as berkata, "Kepribadian seorang pria ada pada tekadnya dan kesuciannya sebesar tanggung jawabnya." (Ghurar al-Hikam, tentang kesucian)

 

3. Merasa cukup (qana'ah)

 

Imam Ali as berkata, "Prinsip kesucian pada qana'ah." (Bihar al-Anwar, jilid 70, hal 4)

 

4. Akal

 

Imam Ali as berkata, "Barang siapa yang berakal akan terjada kesuciannya." (Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 7) (Saleh Lapadi)