Suarakan Anti Radikalisme, Indonesia Hadiri Pertemuan OKI
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menyatakan, Indonesia akan berpartisipasi dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Uzbekistan pada 18 Oktober mendatang.
CNN melaporkan, KTM OKI ke-43 ini membahas agenda di dunia Islam, khususnya pendidikan sebagai instrumen melawan terorisme dan radikalisme.
“Negara-negara OKI sangat concern pada perkembangan pendidikan. Kami ingin membahas bagaimana cara mengembalikan peran pendidikan untuk kemajuan bangsa khususnya pendidikan melawan terorisme dan radikalisme,” tutur Arrmanatha di Gedung Kemlu, Jumat (14/10).
Menurut Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kemlu Arko Hananto Budiadi, tema pendidikan Islam diambil guna mengingatkan kembali kebesaran Islam pada masa lalu. Negara-negara OKI ingin menguatkan peran pendidikan untuk membawa perdamaian.
Menurut Arko, pendidikan seharusnya bisa menjadi instrumen negara untuk meminimalisir tindakan-tindakan radikal dan ekstremis lainnya.
Selain pendidikan, isu-isu politik, ekonomi, dan keamanan akan dibahas dalam ajang tahunan ini.
Isu terkait Palestina masih menjadi fokus agenda pembahasan KTM OKI nanti.
Menurut Arko, dalam KTM itu Indonesia bersama negara-negara OKI lainnya juga akan mengupayakan finalisasi mengenai resolusi perdamaian.
CNN melaporkan, tidak hanya resolusi perdamaian bagi Palestina-Israel, tapi juga resolusi perdamaian bagi konflik-konflik yang terjadi baik antar-negara OKI maupun konflik internal dalam suatu negara anggota OKI.