Indonesia-Australia Tingkatkan Kerja Sama Maritim
Pertemuan antara Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Indonesia-Australia di Bali hari Kamis (27/10) menghasilkan komunike bersama yang berisikan sejumlah kesepakatan kerja sama, termasuk di bidang maritim, agenda di kawasan Pasifik, isu regional dan global, serta masalah sengketa Laut Cina Selatan.
Pertemuan tersebut menghasilkan komunike yang disepakati oleh Menlu RI Retno Marsudi, Menlu Australia Julie Bishop, Menhan Australia Marise Payne dan Menhan RI Ryamizad Ryacudu.
CNN melaporkan, komunike itu menyebutkan bahwa "para menteri kedua negara menyadari bahwa Indonesia dan Australia adalah mitra maritim" dan menyambut kerja sama bilateral yang tengah berlangsung, termasuk pelaksanaan patroli maritim yang terkordinasi pada 2016.
Dalam pembahasan soal kerja sama maritim, para menteri juga bertukar pandangan soal perkembangan, tantangan keamanan dan upaya menciptakan stabilitas di Laut Cina Selatan dan Laut Sulu.
Sengketa maritim di Laut Cina Selatan menjadi isu strategis kedua negara.
Indonesia sempat bersengketa dengan Cina karena klaim sembilan garis-putus yang ditetapkan Cina termasuk perairan Natuna yang merupakan bagian dari RI.
Sementara, keamanan di Laut Sulu juga termasuk dalam pembahasan, di tengah maraknya penculikan terhadap anak buah kapal warga negara Indonesia di perairan itu oleh militan Filipina.
Para menteri juga menekankan komitmen mereka untuk bekerja sama soal sejumlah isu maritim melalui forum regional seperti forum ASEAN dan Asosiasi Negara Pesisir Samudera Hindia (IORA).
Para menteri menyatakan dukungannya terhadap penerapan KTT Asia Timur soal Kerja Sama Maritim Regional dan menyambut perhelatan KTT Khusus ASEAN-Australia pada 2018 mendatang.
Selain soal kerja sama maritim, para menteri juga membahas kerja sama kontraterorisme, termasuk melalui Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC).