Meraih Target 6 Persen Pertumbuhan Ekonomi 2018
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i25150-meraih_target_6_persen_pertumbuhan_ekonomi_2018
Jokowi Minta Ekonomi Tumbuh 6% Presiden Joko Widodo menargetkan pada 2018 pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 6%. Oleh karena itu, OJK menyebut industri keuangan harus menjadi aset nasional agar dapat menopang pertumbuhan ekonomi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 07, 2016 10:04 Asia/Jakarta
  • Pertumbuhan ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi

Jokowi Minta Ekonomi Tumbuh 6% Presiden Joko Widodo menargetkan pada 2018 pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 6%. Oleh karena itu, OJK menyebut industri keuangan harus menjadi aset nasional agar dapat menopang pertumbuhan ekonomi.

"Kalau pemerintah menginginkan 6% pertumbuhan ekonomi saya kira itu kewajiban bagi kita sama-sama apa peranan kita masing-masing itu tantangan yang tidak kecil bagi kita," kata Kepala Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, dalam diskusi OJK Financial PR Forum, di Holtel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).

 

Untuk mencapai target tersebut, Muliaman mengatakan, industri keuangan harus menjadi lembaga yang tetap kredibel. Ia berpesan agar industri keuangan harus menjadi aset dan jangan menjadi liability atau beban.

 

"Kami mengajak kita semua, membangun langkah bersama di industri sektor keuangan agar kita tetap kredible, bisa membangun kepercayaan bersama-sama karena kita ingin industri keuangan jangan hanya liability tapi harus jadi aset, saya kira ini penting supaya nggak jadi liability, kita harus jadi aset dalam upaya ita membangun ekonomi nasional," imbuh Muliaman.

 

Ia juga berperan agar industri keuangan harus tetap sehat dan dikelola secara profesional. Untuk mencapai target menurutnya pemerintah juga harus menjaga sistem yang dikelola dengan baik dan good governance.

 

"Industri keuangan pilar pertama harus stabil dikelola profesional, didukung keuangan yang baik karena itu suatu dasar, sebab itu industri keuangan nggak dikeola secara profesional, kondisi keuangan yang rusak saya kira bukan itu yang kita tunggu saya kira industri kita jadi liability dari keinginan kita jadi sejahtera," kata Muliaman.

 

Selain itu, industri keuangan juga harus meningkatkan penguatan-penguatan yang diperlukan. Misalnya pengelolaannya dan mengedepankan prinsip good governance.

 

"Saya kira itu prinsip yang dasar, kita akan menjadi sense of continuity, ini harus kita upayakan secara berkesinambungan," imbuh Muliaman.

 

Industri Keuangan Harus Berikan Kontribusi Pembangunan Ekonomi Nasional

 

Perekonomian global sedang turun, saat ini permintaan juga sedang lesu. OJK menyebut, industri keuangan harus memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

 

"Industri keuangan harus memberikan kontribusi tentu saja disesuaikan dengan bank, pasar modal bisa alternatif memberi modal. Ini peran industri keuangan bisa kontributif bagi nasional, kita betul-betul jadi aset bagi masyarakat, jadi perlu kita ciptakan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan berbagai lapisan masyarakat," kata Muliaman.

 

Ia mengatakan, industri keuangan harus dapat menyentuh seluruh elemen masyarakat. Misalnya dengan menciptakan beberapa produk yang dibedakan untuk petani atau masyarakat kelas menengah agar menyentuh banyak pasar.

 

"Banyak produk yang diperdagangkan, ini jadi pilar yang penting dalam membangun dan memberi kontribusi bahwa industri keuangan harus mudah diakses di mana saja, siapa saja di pulau-pulau terkecil juga gampang diakses maupun di pulau yang sudah ada dan desa," imbuh Muliaman.

 

Menurutnya, industri keuangan harus bersifat inklusif, tidak eksklusif karena harus menjangkau seluruh pelosok tanah air. Ia mengatakan, semakin meningkatnya pendapatan seseorang, maka permintaan terhadap produk layanan keuangan akan meningkat sehingga bisa meningkatkan juga pendapatan masyarakat.

 

"Semakin banyak pendapatan masyarakat semakin banyak keinginan untuk industri keuangan, sebab kalau income-nya besar itu permintaan industri keuangan itu dekat. Sekarang dia mulai kenal asuransi, investasi, itu semakin dia teredukasi, semakin besar permintaan mereka terkait layanan jasa keuangan. Oleh karena itu permintaan terhadap layanan jasa keuangan dipastikan meningkat, peningkatan pendapatan masyarakat," ujar Muliaman.

 

Dengan demikian, menurut dia, harus membuka akses kepada masyarakat menengah ke bawah. Namun, menurutnya ini merupakan tantangan yang harus dijawab seluruh pemangku kepentingan.

 

"Penting kita harus mampu membuka akses kepada mereka yang kecil-kecil, kita harus bisa memberikan akses kepada middle income, mereka biasanya tinggal di kota-kota besar dan berpenghasilan ini jumlahnya besar. Tentu ini menjadi bagus agar industri keuangan bisa mengakomodir, ini tantangan besar," imbuhnya.

 

Pencapaian Pajak RI Baik, Panglima TNI: Negara Lain Iri

 

Panglima TNI Gatot Nurmantyo mendatangi Kantor Pusat Direktorat Jendral Pajak (DJP), di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan. Gatot memang diminta secara langsung oleh Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi untuk menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pajak ke-10.

 

"Jadi saya diminta oleh Dirjen Pajak untuk menyampaikan wawasan kebangsaan agar bangsa ini bisa, Ditjen Pajak ini bisa meningkatkan kemampuannya untuk meningkatkan pendapatan pajak karena kondisinya sulit," ungkap Gatot di lokasi, Senin (7/11/2016).

 

Dia mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia masih terbilang cukup baik di tengah kondisi perekonomian global yang kritis. Itu lantaran, kata Gatot, pada tahun 2015, World Bank (WB) menyampaikan bahwa Indonesia termasuk ke dalam peringkat 8 besar pertumbuhan ekonomi yang baik.

 

"Yang saya katakan tadi, tahun 2015 pertumbuhan ekonomi kita ini rata-rata 4,7%. Tapi World Bank menyampaikan kita ini 8 besar terbaik di atas Inggris dan Prancis," kata Gatot.

 

"Kondisi seperti ini, saya menyampaikan bahwa inilah yang menyebabkan negara-negara yang lainnya iri terhadap Indonesia. Indonesia punya sumber alam, untuk makanan, energi berlimpah," sambungnya.

 

Kelebihan Indonesia tersebut, kata Gatot, dapat menimbulkan ancaman dari luar, yang memperebutkan sumber daya dan energi yang dimiliki oleh Indonesia.

 

"Presiden Jokowi pada saat disumpah di Senayan dalam pidatonya mengatakan, (Indonesia) kaya akan sumber daya alam (dapat) menjadi petaka. Dan sekarang Indonesia diperebutkan dari berbagai lini, tapi yang dirongrong, kondisi dalam negerinya, ke-bhinekatunggalika-an kitalah yang digoyang-goyang," ujar Gatot.

 

Untuk itu, dirinya datang dalam Rapimnas Pajak untuk dapat membantu mencari jalan untuk dapat menyikapi kondisi keadaan Indonesia.

 

"Ini yang bisa saya sampaikan sehingga diharapkan seluruh kepala kantor, eselon 2, 3, bisa mengetahui benar bangsa ini memang terancam, karena semua butuh bangsa ini. Kemudian tahu situasinya, tau bagaimana menyikapinya, dan bisa lebih bekerja keras lagi," tutupnya.

 

Ini Pendorong Ekonomi RI Tumbuh 5,04% di September 2016

 

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% di kuartal III-2016. Jika dilihat dari periode Januari-September 2016 maka pertumbuhan ekonomi mencapai 5,04%.

 

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, ada 3 sektor usaha dengan pertumbuhan tertinggi di kuartal III-2016.

 

"Pertama, transportasi dan gudang 5,34%. Kedua, Pertanian kehutanan dan perikanan 4,69%. Ketiga, konstruksi 4,36%," katanya di kantornya, Senin (7/11/2016).

 

Sementara secara tahunan (year on year), pertumbuhan tertinggi ada di sektor informasi dan komunikasi 9,2%.

 

"Kalau dilacak utamanya meningkatnya permintaan layanan data sangat signifikan pada hari-hari Lebaran," ujarnya.

 

Kedua, jasa keuangan dan asuransi tumbuh 8,83%. Pertumbuhan ini didorong kenaikan kredit hampir 8,56% dan pendapatan operasional bunga naik 5,16%.

 

Sisanya adalah industri pengolahan tumbuh 4,56%, industri pertanian tumbuh 2,81%, dan industri perdagangan 3,65% secara tahunan. (Detik)