Begini Rasanya Naik Kapal Pelni Keliling Raja Ampat
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i25294-begini_rasanya_naik_kapal_pelni_keliling_raja_ampat
Berwisata naik kapal pesiar memang terdengar menyenangkan. Wisatawan bisa tidur di dalam kapal, memandangi lautan yang menghampar luas, dan melakukan berbagai aktivitas.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 09, 2016 09:01 Asia/Jakarta
  • Kapal PELNI
    Kapal PELNI

Berwisata naik kapal pesiar memang terdengar menyenangkan. Wisatawan bisa tidur di dalam kapal, memandangi lautan yang menghampar luas, dan melakukan berbagai aktivitas.

Kini, tak perlu ke luar negeri untuk merasakan liburan ala kapal pesiar. Wisatawan bisa mencoba produk dalam negeri seperti paket wisata bahari yang disuguhkan PT Pelni.

 

KompasTravel diundang PT Pelni untuk mengunjungi ke Raja Ampat, Papua Barat. Perjalanan berkeliling Raja Ampat dilakukan selama 4 hari 3 malam. Perjalanan dimulai pada 30 Oktober 2016 dan berakhir pada 2 November 2016. Peserta langsung bertemu di Sorong dan selanjutnya menuju kapal.

 

Kapal yang digunakan untuk berkeliling Raja Ampat adalah KM Tatamailau. Terdapat tiga jenis kelas yang bisa dipesan wisatawan yakni kelas satu, dua, dan tiga.

 

KompasTravel mencoba kamar kelas tiga. Kamar berada di dek kapal lantai empat.  Kasur yang di kelas ekonomi disusun berjajar lima buah dalam satu baris. PT Pelni menyediakan handuk, sabun dan sampo cair, serta jadwal perjalanan selama kegiatan paket wisata. Toilet dan kamar mandi terletak tak jauh dari dek kapal.

 

Dari dek tempat KompasTravel tidur, terdapat satu jendela kecil. Lewat jendela, wisatawan juga melihat pemandangan laut sejauh mata memandang.

 

"Kelebihan kita (PT Pelni) ada di hotel terapung. Alat angkut kita bisa mendekati titik wisata. Jadi begitu lihat jendela, kita bisa melihat spot (wisata)," kata Manajer Opersional Divisi Keagenan dan Tur, Gatot Harmanto kepada wartawan di sela kegiatan wisata bahari Let's Go Raja Ampat di Kabupaten Raja Ampat, Senin (31/10/2016).

 

Tak hanya di kapal, peserta paket wisata bahari diajak berkeliling obyek-obyek andalan di Raja Ampat. Peserta setiap hari dijemput kapal bermesin untuk menuju spot snorkeling atau obyek wisata lain.

 

Hari pertama wisatawan mengunjungi obyek wisata Pasir Timbul untuk berfoto dan snorkeling di perairan sekitar Desa Yenbuba di Distrik Meos Mansar. Hari kedua, wisatawan diajak mengunjungi Pulau Rufas dan sekitar Pianemo untuk snorkeling, dan mendaki Bukit Pianemo, Gunung Botak.

 

Hari ketiga wisatawan diajak mengunjungi Desa Arborek untuk snorkeling, Desa Sawinggrai untuk melihat burung cendrawasih merah, dan Goa Kelelawar. Hari keempat wisatawan kembali ke Sorong.

 

Di paket wisata PT Pelni, wisatawan tak perlu cemas dengan peralatan snorkeling. PT. Pelni sudah menyediakan seperangkat alat snorkeling seperti fin, snorkel, pelampung, serta tentunya pemandu wisata.

 

Untuk dek kapal tempat peserta tidur juga dilengkapi pendingin ruangan dan konektor listrik. Namun, pendingin ruangan tak terasa maksimal. KompasTravel setiap malam terasa gerah.

 

Seorang peserta paket wisata bahari PT Pelni asal Banjarmasin, Sukses Hadi (53) juga mengeluhkan hal sama dengan KompasTravel. Namun meski ada kekurangan, ia bersama keluarga mengaku nyaman berwisata dengan PT Pelni.

 

"Ikut tur Raja Ampat, pelayanannya bagus. Panitianya ramah. Kalau dari penginapannya agak tua karena kapal. AC sudah agak panas. Makanannya sangat bagus. Menunya cocok di lidah," jelas Hadi saat berbincang dengan KompasTravel di atas kapal beberapa waktu lalu.

 

Laki-laki yang berprofesi sebagai dokter ini mengaku paket wisata ke Raja Ampat ini terasa lebih murah dan pasti. Ia membandingkan bila mencari paket wisata Raja Ampat sendiri.

 

Di atas kapal, PT Pelni menghadirkan pilihan makanan yang bervariasi setiap hari. Ada menu ikan, ayam, bubur manado, bihun goreng, cumi goreng, sup, dan aneka makanan lain.

 

Berwisata dengan kapal PT Pelni menuju Raja Ampat selama empat hari sudah seperti pergi dengan keluarga. Selama di kapal, antar peserta saling berbincang. Anak buah kapal selalu tersenyum menyambut peserta.

 

Di restoran kapal, lantunan musik mengiringi makan malam. Tak jarang peserta yang bernyanyi dan bergoyang bersama. Pelayan restoran juga selalu siap mengangkat piring-piring atau gelas yang telah selesai.

 

Meski efiesien dan ramah secara pelayanan anak buah kapal, PT. Pelni rasanya perlu berbenah. Termasuk dari segi kebersihan area dek kapal.

 

Khususnya terkait dengan binatang seperti kecoa dan tikus yang tak jarang muncul. KompasTravel dan beberapa peserta lain melihat binatang tersebut.

 

Memang diakui oleh Gatot, KM Tatamailau sudah berusia tua sehingga terdapat banyak kekurangan. Menurutnya, ke depannya PT Pelni akan menyediakan satu kapal khusus untuk wisata bahari.

 

Dari segi pilihan kegiatan di atas kapal, peserta bisa berjalan-jalan ke ruang kemudi nakhoda. Ada juga tempat duduk di dekat haluan kapal. Di sana duduk santai sambil melihat pemandangan seperti momen matahari terbit maupun tenggelam.

 

Paket wisata Raja Ampat PT Pelni ini menawarkan harga Rp 5,5 juta untuk kelas 3, Rp 7,5 juta untuk kelas 2, dan Rp 9 juta untuk kelas 3. PT Pelni juga memiliki punya paket wisata ke Derawan, Labuan Bajo, dan Wakatobi.

 

Menghilang Sejenak di Tengah Laut Raja Ampat? Coba Penginapan Ini..

 

Setiap sudut di Raja Ampat, Papua Barat terasa meninggalkan kesan tersendiri. Seperti obyek wisata Pianemo yang termasuk di distrik Waigeo Barat Kepulauan. Ada gugusan batuan karst yang terlihat "berserakan" di atas laut.

 

Tak jauh dari Pianemo, masih ada pemikat wisatawan untuk datang. Ia adalah Pulau Rufas. Di pulau ini terdapat laguna jernih serta pasir putih yang menghampar.

 

Walau terletak di tengah perairan laut Raja Ampat, wisatawan di sini bisa "menghilang" sejenak di Pulau Rufas. Bagaimana caranya?

 

Di Pulau Rufas terdapat penginapan berbentuk rumah panggung tradisional khas Raja Ampat yang bisa mengakomodasi kebutuhan penginapan wisatawan. Penginapan dengan dinding batang sagu dan beratap daun sagu berdiri di Pulau Rufas.

 

Pemilik penginapan di Pulau Rufas, Soleman Kapisai menyebut dua rumah penginapannya yang masing-masing memiliki dua kamar. Setiap kamarnya berukuran 2,5 meter x 2 meter.

 

Di kamar penginapan sederhana milik Soleman, tersedia dua kasur lengkap dengan bantal juga guling. Sebuah jendela tersedia untuk memudahkan pertukaran udara.

 

"Penginapan ini sudah saya bangun dua tahun. Baru dua kali yang menginap. Pertama tiga orang, yang kedua tujuh orang. Semuanya dari Australia," jelas Soleman saat berbincang dengan wartawan di sela-sela acara paket wisata bahari "Let's Go Raja Ampat" PT Pelni beberapa waktu lalu.

 

Meski berada di tengah laut, fasilitas listrik, makanan, minuman, dan air bersih akan tersedia untuk tamu. Soleman akan menyediakan pasokan air bersih dan kebutuhan tamu.

 

Listrik dihasilkan dari tenaga surya dan generator listrik. Menurut Soleman, listrik dapat memenuhi kebutuhan penerangan dan lampu.

 

Dua penginapan di Pulau Rufas terletak terpisah. Satu di dekat laguna Pulau Rufas dan lainnya di tengah pulau dekat dermaga.

 

Kamar mandi juga telah tersedia. Soleman menyediakan toilet duduk dan satu kamar mandi untuk tamu.

 

Di tengah Pulau Rufas, ada satu pondok lengkap dengan meja dan bangku yang dibangun oleh Soleman. Pondok itu bisa digunakan untuk berkumpul dan juga makan.

 

Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di seputar Pulau Rufas. Wisatawan bisa berenang di laguna, snorkeling di sisi dermaga, bersantai di pulau, dan juga mendaki bukit Pulau Rufas.

 

Tarif menginap di penginapan milik Soleman yaitu Rp 400.000 per orang per malam. Wisatawan yang menginap akan mendapatkan makan tiga kali sehari.

 

Wisatawan yang ingin menginap di Pulau Rufas tak bisa datang langsung layaknya di homestay lain di Raja Ampat. Wisatawan bisa memesan terlebih dahulu. (Kompas)