Bahas Ibnu Khaldun, STFI Sadra Jakarta Undang Profesor NUS
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i33298-bahas_ibnu_khaldun_stfi_sadra_jakarta_undang_profesor_nus
Profesor Sosiologi dari National University of Singapore (NUS) akan berbicara di Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI), Jakarta mengenai karyanya tentang Ibnu Khaldun
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 21, 2017 16:49 Asia/Jakarta
  • Bahas  Ibnu Khaldun, STFI Sadra Jakarta Undang Profesor NUS

Profesor Sosiologi dari National University of Singapore (NUS) akan berbicara di Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI), Jakarta mengenai karyanya tentang Ibnu Khaldun

Prof. Dr. Syed Farid Alatas dari Departemen Sosiologi dan Studi Melayu NUS akan menghadiri diskusi sekaligus peluncuran buku karyanya berjudul “Ibnu Kaldun: Biografi Intelektual dan Pemikiran Sang Pelopor Sosiologi” yang diterbitkan Mizan.

Acara yang akan berlangsung hari Kamis (23/2/2017), pukul 09.00-13.130 Wib, 23/2/2017 ini hasil kolaborasi STF Sadra, Ic-Thusi dan NUS (National University of Singapore).

Farid akan menggunakan materi buku tersebut sebagai bahan untuk menganalisis problematika umat Islam, di antaranya mengenai solusi alaternatif ketergantungan dunia Islam terhadap teori-teori Barat terutama dalam disiplin ilmu sosiologi.

Pihak panitia mengundang penulis buku dari Malaysia ini sebagai pembicara utama diskusi dengan tema ”Pengetahuan dan Filsafat dalam Masyarakat Muslim”. 

Ibnu Kaldun adalah ilmuan muslim yang berpengaruh besar terhadap pemikiran Eropa abad ke 20. Dia terkenal dengan sebutan pelopor sosiologi dan historiografi. Meski sebagian menganggap Ibnu Kaldun hanya memodifikasi gagasan al-Farabi dan Ikhwan al-Shafa, tapi banyak menempatkan posisinya sejajar dengan para sosiolog Barat dari Macheavelli hingga Marx.

Diskusi yang berlangsung di Lt.2 STF sadra Jakarta ini juga menghadirkan pembicara kedua Dr. Husain Heriyanto, Direktur Ic-Thusi (International Conference on Thoughts on Human Sciences in Islam), lembaga yang fokus pada pengembangan ilmu-ilmu kemanusian berbasis Islam akan berbicara dari prespektif Filsafat Islam. Filsuf Indonesia ini juga tercatat sebagai pengajar filsafat di Universitas Indonesia.

Selian itu, acara diskusi ini dimeriahkan dengan kehadiran intelektual muda jebolan Universitas internasional Al-Mustafa Qom, Ammar Fauzi, Ph,D. yangs aat ini menjabat sebagai Deputy Riset STFI Sadra. Pada diskusi nanti, Ammar akan akan memberikan tanggapannya terhadap gagasan yang disampaikan Farid.

Program ini didukung secara penuh oleh Departemen Riset STFI Sadra, Ic-Thusi, NUS (National University of Singapore), MIZAN, FAP: Forum Antar pakar, Jurnal Kanz, Jurnal Tanzil, Sadra International Institute, Sadra Press dan Theosophia.(PH)