Jokowi dan Kuliner Hingga Jambore Peternakan
Di sela olahraga paginya, Presiden Joko Widodo mampir ke Festival Kuliner Forikan yang berlangsung Pedestrian Kebun Raya Bogor, Minggu.
Presiden, yang mengenakan kaus putih dan jaket merah, melintas sekitar pukul 08.30 WIB, saat festival belum buka.
Beberapa pengunjung yang sudah datang menawari Presiden mencicip makanan, tapi Presiden hanya lewat dan menyapa warga yang sudah ada di arena festival.
Festival kuliner itu menyuguhkan 680 jenis hidangan serba ikan dan merupakan bagian dari kampanye gerakan memasyarakatkan makan ikan di Kota Bogor.
Peserta festival berasal dari 68 kelurahan, dan setiap kelurahan menampilkan enam jenis hidangan serba ikan seperti keripik cumi, sop ikan kakap, bakwan ikan, dan siomai. Pengunjung mencicipi hidangan gratis dalam festival itu.
"Festival kuliner serba ikan ini salah satu upaya Forikan dan Dinas Pertanian Kota Bogor untuk mendorong tingkat konsumsi ikan di masyarakat," kata Ketua PKK Kota Bogor Yane Ardian Bima Arya.
"Selain itu juga untuk mendorong sektor usaha untuk berkreativitas memproduksi olahan ikan, sehingga masyarakat makin tertarik makan ikan," kata Yane.
Jambore Peternakan Nasional 2017
Pada hari yang sama, Presiden Joko Widodo akan melakukan temu wicara dengan sekitar 1.200 peternak domba di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Minggu.
Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri Jambore Peternakan Nasional 2017 yang digelar bersamaan dengan acara tersebut sekitar pukul 10.00 WIB.
Acara yang juga meliputi kontes ketangkasan domba Garut, kontes kambing Kaligesing, eksibisi ternak dan makan bersama 100 kambing guling untuk memecahkan rekor baru Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) itu merupakan bagian dari jambore yang dimulai 22 September itu
Kelompok peternak dan petugas berprestasi akan mendapat penghargaan dalam ajang itu, demikian pula dengan pemangku terkait lain yang berkontribusi dalam pembangunan peternakan dan kesehatan hewan.
Selain itu ada penyerahan Surat Keputusan penetapan wilayah sumber bibit dan wilayah bebas penyakit.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian Fini Murfiani dalam siaran pers menjelaskan maksud Kementerian Pertanian dan Kantor Staf Kepresiden menggelar Jambore Peternakan Nasonal 2017.
"Kegiatan ini ingin memberikan pesan bahwa subsektor peternakan mempunyai peranan penting untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani," katanya tentang jambore yang mengangkat tema "Masyarakat Sehat dan Cerdas dengan Protein Asal Ternak".
Ia mengatakan pengembangan dan pembenahan kelembagaan kelompok/gabungan kelompok, koperasi, dan asosiasi, menjadi korporasi yang berorientasi bisnis diperlukan untuk keberlanjutan usaha dan peningkatan daya saing.
"Perbaiki tata cara budidaya, panen, pasca panen, pengolahan dan distribusi dengan cara yang baik, serta melakukan inovasi-inovasi di bidang pemasaran, akan meningkatkan nilai tambah bagi peternak," sebut Fini.
Dengan inovasi dan dukungan dunia pendidikan, serta teladan dari para pemenang dan penerima penghargaan hari ini, Pemerintah berharap anak muda Indonesia tertarik dan tertantang untuk menjadi peternak yang penuh inovasi.