Gunung Agung Terus Dipantau Sementara Ribuan Warga Mengungsi
-
aktivitas Gunung Agung
Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM Gede Suantika mengatakan Gunung Agung mengeluarkan semburan uap air dari kawah gunung tersebut sejak Ahad (24/9/2017).
"Status Gunung Agung yang sudah level IV (Awas) sejak kemarin mengeluarkan semburan uap air atau asap putih setinggi 200 meter. Itu artinya pemanasan air di bawah dengan magma semakin meningkat," kata Suandika di Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang, Karangasem, Bali, Senin.
Ia mengatakan dengan keluarnya uap air, itu menandakan indikasi magma sudah semakin ke atas untuk mendobrak katup penutup kepundan. Di samping juga jumlah kegempaan semakin banyak dan kuat.
Dikatakan, kegempaan di kawah semakin meningkat. Tapi gempa vulkanik dalam, agak menurun dari dua hari lalu dibandingkan sehari sebelumnya. Namun yang meningkat itu vulkanik dangkal.
Sementara itu, para relawan terus membantu proses pengungsian warga dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) satu ke tempat lain.
Sebelumnya, dari data Posko pengungsi GOR Sweca Pura pada Ahad (24/9/2017) tercatat sebanyak 3.797 jiwa yang mengungsi di posko Sweca Pura yang terbagi atas pengungsi laki-laki sebanyak 1.903 orang, perempuan (1.894), siswa SD (377), siswa SMP (198), siswa SMA (197), lansia (207) dan balita (265).
Sehingga berdasarkan data sementara totang pengunsi yang ada di Kabupaten Klungkung mencapai 15.951 jiwa dari 3.649 kepala keluarga yang kediamannya berada di kawasan rawan bencana (KRB).(MZ)