Peringatan Hari Perdamaian Internasional
Hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Perdamaian Internasional. Terkait Hari Perdamaian Internasional, Presiden Joko Widodo memperingatinya dengan menghadiri acara peringatan tersebut di Sumenep, Jawa Timur.
Presiden Joko Widodo Minggu (8/10/2017) pagi bertolak menuju Surabaya, Jawa Timur. Kepala Negara lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, sekira pukul 07.10 WIB.
Setibanya di Bandar Udara Juanda, Surabaya, Presiden beserta rombongan berganti pesawat CN-295 menuju Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur.
Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, merupakan lokasi pertama yang dikunjungi Presiden sekaligus tempat berlangsungnya peringatan Hari Perdamaian Internasional.
Presiden juga akan menghadiri Halaqah Kebangsaan Ulama, Pengasuh Pesantren, dan Santri Berprestasi se-Madura yang digelar di Pondok Pesantren Al Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur.
Kunjungan tersebut juga akan dimanfaatkan Presiden untuk menyerahkan Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, dan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat se-Kabupaten Sumenep.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan bahwa Presiden juga akan menghadiri Halaqah Kebangsaan Ulama, Pengasuh Pesantren, dan Santri Berprestasi se-Madura di Pondok Pesantren Al Amien Prenduan.
“Selama kunjungan, Presiden juga akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar, bantuan Program Keluarga Harapan, dan sertifikat hak atas tanah kepada warga Sumenep,” ujar Bey yang turut juga dalam rombongan itu.
Sebelum mengakhiri kegiatan kunjungan kerjanya di Kabupaten Sumenep, Presiden akan melakukan silaturahmi dengan sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di Pondok Pesantren Al Karimiyyah, Kabupaten Sumenep.
Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Kabupaten Sumenep, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Staf Khusus Presiden Johan Budi, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.
Pada puncak peringatan, presiden bakal meresmikan "Kampung Damai" di Desa Guluk-Guluk. Kampung Damai diinisiasi oleh UN Women, badan yang berada di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, bekerja sama dengan Wahid Foundation.
Selain itu, pada puncak peringatan juga akan digelar festival rakyat. Festival diperkirakan akan dihadiri 8.000 orang yang secara bersama-sama merayakan pemberdayaan perempuan dan komunitas yang damai. Perayaan Hari Perdamaian Internasional kali ini mengangkat tema global, "Bersama untuk Perdamaian: Penghormatan, Keselamatan dan Martabat untuk Semua.
Sementara itu, Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa kaum perempuan masa kini harus bisa menjadi agen perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Perempuan era kini harus mampu memerankan diri sebagai agen perdamaian. Itu wajib," kata Khofifah, yang pada Minggu berada di Sumenep antara lain untuk menghadiri peringatan Hari Perdamaian Internasional 2017 di Ponpes Annuqayah Guluk Guluk.
"Dalam konteks peran, saat ini sudah tidak ada beda antara kaum laki-laki dengan perempuan. Peran kaum perempuan sudah masuk ke semua lini, termasuk perencanaan dan pengawasan program," katanya.
Ia menekankan kaum perempuan sekarang harus terus meningkatkan kemampuan dan peranan dalam masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
"Kemampuan kaum perempuan itu sama dengan laki-laki. Peningkatan kemampuan dan kapasitas diri oleh perempuan harus senantiasa dilakukan agar lebih berdaya dan bersaing guna," katanya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan di pondok pesantren juga mengajarkan kesamaan hak antara kaum laki-laki dengan perempuan.
Perempuan yang diprediksi akan maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang ini mengatakan, “Perempuan harus menjadi ikon perdamaian dunia.”
Menurutnya, perempuan tidak boleh terlihat lemah. Baik dalam dunia pendidikan, kesehatan maupun lainnya.
“Dalam hal pendidikan dan kesehatan, perempuan harus lebih maju. Jangan menganggap perempuan hanya bisa didapur,” tukasnya. (Tempo/Antara)