Orasi Ilmiah Jokowi di Undip; Kampus Respon Perubahan Global
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i46053-orasi_ilmiah_jokowi_di_undip_kampus_respon_perubahan_global
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi, hari ini Selasa (17/10) bertolak ke Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Okt 17, 2017 07:41 Asia/Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi, hari ini Selasa (17/10) bertolak ke Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Jokowi beserta rombongan bertolak dari Base Ops Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada sekitar pukul 7.30 WIB.

Rencananya, selama berada di Semarang, Presiden Jokowi akan menyampaikan orasi ilmiah sekaligus kuliah umum dalam rangka Dies Natalis Ke-60 Universitas Diponegoro (Undip).

Ribuan pelajar SD, SMP, dan SMA memenuhi rute perjalanan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuju Kampus Universitas Diponegoro, Semarang. Mereka didampingi sejumlah guru serta petugas polisi dan TNI, yang sembari mengatur arus lalu lintas.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para pelajar itu berdiri mulai dari exit Tol Tembalang hingga di depan Kampus Politeknik Negeri Semarang. Setiap siswa memegang bendera merah putih dari plastik yang dikibar-kibarkan.

Pada Dies Natalis bertema “Riset Untuk Rakyat,” Presiden Jokowi berorasi di hadapan mahasiswa baru Undip angkatan 2017/2018 dan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi.

Orang nomor satu di Indonesia itu sengaja diundang karena memiliki program kerja meningkatkan daya saing bangsa di kancah internasional.

Program kerja itu dinilai sesuai dengan hadirnya Undip sebagai universitas riset dan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan daya saing bangsa. Pada peringatan dies natalis kali ini mengambil tema "Menuju Undip sebagai Universitas 500 Besar Ranking di Dunia: Riset untuk Rakyat".

"Datangnya Bapak Presiden ke Undip dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi para dosen dan mahasiswa Undip untuk mengembangkan lagi hasil inovasi dan karya yang mereka ciptakan. Sehingga tidak hanya berhenti di skala laboratorium tapi benar-benar dihilirisasi kepada masyarakat," ujar Ketua Panitia Dies Natalis ke-60 Undip Suharnomo di Semarang, Senin (16/10/2017).

Mendampingi Presiden Jokowi, di antaranya, Menristek Dikti Mohammad Nasir dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Presiden Joko Widodo menyampaikan Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-60 Universitas Diponegoro (Undip) di Stadion Undip Semarang, Selasa, kepada sekitar 10.000 mahasiswa yang sebagian mahasiswa baru Undip, mengenai pentingnya merespon perubahan global yang bergerak sangat cepat.

"Kita harus menyadari perubahan ini dalam 10-15 tahun bahkan kurang akan terjadi lanskap politik global, lanskap perilaku sosial juga akan berubah, ini harus diantisipasi betul, kita siapkan betul, kita harus rencanakan betul," kata Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mengantisipasi dan mempersiapkan langkah menghadapi situasi global yang begitu dinamis.

"Persiapan-persiapan ini harus kita lakukan karena kalau tidak terkaget-kaget kita," kata Jokowi seraya mencontohkan fenomena pergeseran dari offline ke online yang menyebabkan banyak mal dan toko konvensional tutup.

Menurut dia, hal itu akan melanda semua segmen kehidupan oleh sebab itu kesiapan untuk menghadapinya pun harus benar-benar dilakukan karena lanskap politik global akan berubah selain bahwa lanskap ekonomi global dan interaksi sosial juga akan berubah.

"Ini sering tidak kita sadari tapi kita sudah ikut dalam perubahan itu," kata Presiden.

Secara khusus ia meminta perguruan tinggi dan Undip untuk menjadi motor penggerak perubahan dan berubah menyongsong perubahan itu.

Ia menambahkan, fakultas dan program studi pada perguruan tinggi harus mampu memenuhi kebutuhan spesifik yang berkembang saat ini sekaligus memenuhi kebutuhan inovasi-inovasi.

"Ubah pola pembelajaran sehingga mendorong inovasi, memfasilitasi mahasiswa menjadi pembelajar yang aktif, untuk mempunyai karakter, etos kerja yang tinggi, memiliki leadership atau kepemimpinan yang baik, jiwa antikorupsi, jiwa toleransi, inovatif, dan kreatif karena kompetisi antar-negara sangat ketat dan sangat sengit," kata Jokowi.

Presiden juga menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai hasil riset aplikatif Undip. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga akan menyerahkan secara simbolis beasiswa Bidik Misi kepada mahasiswa penerima dari Undip yang diwakili 10 mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Humas Undip Nuswantoro Dwiwarno di Semarang mengatakan bahwa kunjungan Presiden Jokowi ke Undip itu memang baru pertama kalinya sehingga menjadi kunjungan yang istimewa bagi jajaran Undip, apalagi bertepatan dengan peringatan dies natalis.

Setelah itu, Presiden dan Ibu Negara Iriana meninggalkan Semarang untuk melanjutkan perjalanan ke Garut melalui Bandung.

Turut mendampingi Presiden ke Semarang adalah Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana. (Sumber: Antara, Okezone, Sindonews dan Beritasatu)