Gempa Jabar Akibat Tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i48261-gempa_jabar_akibat_tumbukan_lempeng_indo_australia_eurasia
Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar rumah.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Des 16, 2017 08:54 Asia/Jakarta

Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Informasi yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa pertama terjadi pada Jumat, (15/12) sekitar pukul 23.04 WIB dengan kekuatan 4,5 SR yang berlokasi di 7,29 Lintang Selatan (LS), 106,69 Bujur Timur (BT) 48 km Barat Daya Kota Sukabumi dengan kedalaman pusat gempa 50 km.

Kemudian disusul gempa berdurasi sekitar satu menit terjadi pada pukul 23.47 WIB dengan kekuatan 6,7 SR yang berlokasi di 8,08 LS, 108,038 BT dengan kedalam pusat gempa 68 km.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan gempa bumi dengan magnitudo 7,3 pada Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia didaerah selatan Jawa.

"Berdasarkan posisi dan kedalamannya, kejadian gempa bumi ini disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Lokasi gempa bumi tersebut berada di 8.03 LS dan 108.04 BT dengan kedalaman 105 km. Data yang diperbarui BMKG menyebutkan kekuatan gempa dengan magnitudo 6,9 di 7.75 LS dan 108.11 BT pada kedalaman 107 km.

Gempa

Gempa bumi berpusat di 42 km Barat Daya Kawalu, Jawa Barat. Gempa bumi ini berpotensi tsunami di selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Dari rekaman stasiun-stasiun tide gauge yang dekat dengan pusat gempa, tidak terekam adanya kenaikan air laut. Untuk itu BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 02.26 WIB.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari hasil monitoring BMKG hingga pukul 02.14 WIB telah terjadi tiga kali gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,2, 3,4 dan 3,2.

Berdasarkan hasil analisis tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempa bumi berpotensi dirasakan sekitar Tasikmalaya juga dirasakan cukup keras di Bandung, Kebumen, Karangkates, Yogyakarta, Jakarta, Depok, Ngawi, Madiun,Nganjuk, Mataram.

"Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD serta informasi BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Selain itu juga tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil," katanya.

Aktivitas Warga Pesisir Pantai Tasikmalaya Kembali Normal

Aktivitas warga di kawasan selatan pesisir pantai Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali normal, Sabtu pagi, sebelumnya sempat mengungsi karena ada peringatan dini tsunami setelah gempa bumi melanda wilayah itu, Jumat (15/12) malam.

"Situasi sudah aman, warga mulai beraktivitas seperti biasa," kata Yana warga Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu.

Ia menuturkan, gempa bumi telah membuat warga di kawasan pesisir pantai Tasikmalaya panik, apalagi ada peringatan dini akan terjadi tsunami di laut Tasikmalaya.

Gempa

Warga yang tinggal di dekat pantai, kata Yana, sempat mengungsi ke dataran tinggi menghindari ancaman bahaya bencana tsunami.

"Waktu malam (Jumat) pada mengungsi, lalu tadi subuh (Sabtu) sudah kembali lagi ke rumahnya masing-masing," kata Yana.

Ketua Rukun Nelayan Pamayang, Kecamatan Cipatujah, Sana menambahkan, warga yang berada di pesisir pantai selatan khawatir akan terjadi tsunami setelah gempa bumi mengguncang Tasikmalaya.

Setelah kejadian gempa, kata dia, para nelayan termasuk warga sekitar pantai berdatangan ke pantai untuk memantau permukaan air laut yang dikhawatirkan akan terjadi tsunami.

"Warga sama nelayan masih mengamati permukaan laut, sementara masih normal," katanya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan SAR Nasional Jabar terdapat kerusakan rumah dan fasilitas umum lainnya di wilayah Tasikmalaya.

Laporan sementara yang terdampak di Tasikmalaya yakni 18 rumah warga, Rumah Sakit Singaparna, bangunan SMK Negeri 3 Tasikmalaya, dan bangunan RSUD Dokter Soekarjo mengalami rusak ringan dan sedang.(AntaraNews/MZ)