Al Azhar dan NU Sepakat Tolak Agama Jadi Alat Politik
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i56110-al_azhar_dan_nu_sepakat_tolak_agama_jadi_alat_politik
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebutkan Imam Besar dan Grand Syeikh Al-Azhar, Prof Dr Ahmad Muhammad Ath-Thayib tidak setuju agama menjadi alat politik. Syeikh Al-Azhar disebut menolak agama menjadi alat politik.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
May 03, 2018 12:38 Asia/Jakarta
  • Pertemuan Syeikh Al Azhar dan Ketua Umum PBNU di Jakarta.
    Pertemuan Syeikh Al Azhar dan Ketua Umum PBNU di Jakarta.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebutkan Imam Besar dan Grand Syeikh Al-Azhar, Prof Dr Ahmad Muhammad Ath-Thayib tidak setuju agama menjadi alat politik. Syeikh Al-Azhar disebut menolak agama menjadi alat politik.

"Beliau menjawab itu, semua harus dihilangkan dan harus kita lawan, jangan sampai agama jadi politik sesaat," ujar Saiq Aqil menirukan ucapan Syeikh Al-Azhar dalam pertemuannya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018).

Syeikh Ath-Thayib menjadi salah satu pembicara diskusi mengenai Islam Nusantara. Beliau bersama Said Aqil menjadi pembicara dalam forum bertema 'Islam Nusantara untuk Perdamaian Dunia'. 

Saiq Aqil juga menyatakan Syeikh Ath-Thayib mempunyai pandangan bahwa umat Islam yang perang dengan sesama merupakan kebodohan. Sehingga peperangan harus dihindarkan. 

Selain itu, Said mengatakan tujuan kedatangan Syeikh Ath-Thayib ke Indonesia untuk mempersatukan umat Islam. Syeikh Al Azhar disebut menolak radikalisme dan teroris. 

"Beliau datang ke Indonesia untuk memperat Islam, Islam yang moderat, anti-radikalisme dan teroris. NU selalu keras bersuara anti-radikalisme, Islam moderat dan anti-terorisme," jelas Said Aqil.

Ketua Umum PBNU berharap kedatangan Syeikh Ath-Thayib di Indonesia bisa untuk bertukar pikiran mengenai masalah dunia Muslim. Menurutnya, Syeikh Ath-Thayib mempunyai peran penting di Timur Tengah.

"Ini pertama kali Syeikh Ath-Thayib berkunjung ke PBNU. PBNU berharap posisi beliau sangat penting di Timur Tengah, setidaknya di Mesir, bermanfaat untuk mendiseminasi pemikiran-pemikiran Islam Wasatiyyah ala Nusantara sebagai inspirasi gagasan bagi peradaban yang lebih damai," ujar Said Aqil.

PBNU: Imam Al-Azhar Bilang Medsos Banyak Dipakai Adu Domba 

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku setuju dengan Imam Besar dan Grand Syeikh Al-Azhar, mengenai media sosial. Media sosial disebut digunakan untuk hal negatif.

"(Syeikh Ahmad bilang) kita berhadapan dengan medsos. Isinya memecah-belah dan adu domba, dan saya juga setuju. Oleh karena itu, mazhab kita berbeda harus kembali berjalan yang benar," ujar Said dalam pertemuannya di kantor PBNU.

"Social media itu ada sisi positif dan negatif. Tapi kebanyakan digunakan negatif, adu domba, fitnah, berita kebohongan, dan ujaran kebencian," imbuh dia.

Said menyatakan Syeikh Ath-Thayib mempunyai pendapat yang sama mengenai khilafah. Beliau disebut menolak ajakan khilafah karena mayoritas umat Islam tidak menerimanya.

"Terakhir, Indonesia selalu teriak khilafah, bahkan rencana HTI membentuk khilafah 2024 di Asia. Beliau jawab umat Islam menerima khilafah atau tidak, mayoritas kita jelas menolak khilafah. Syekh menolak ajakan khilafah,menghabiskan pikiran dan waktu," jelas Said.

Selain itu, Said mengatakan, Syeikh Ath-Thayib meminta umat Islam tidak mudah mengkafirkan orang lain. Menurut Said, tindakan itu merupakan kesalahan.

"Tidak boleh mengkafirkan orang yang salat dan tidak boleh mengkafirkan orang yang melakukan dosa. Orang melakukan dosa jangan dikafirkan," ucap Said menirukan ucapan Syeikh Ath-Thayib.

Dalam pertemuan itu, Syeikh Ath-Thayib menyebut Indonesia menjadi contoh kerukunan umat Islam di dunia. Umat Islam di negara lain diminta mencontoh Indonesia. (Detiknews)