Melihat Kesiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2019
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i71336-melihat_kesiapan_penyelenggaraan_ibadah_haji_2019
Pemerintah terus berupaya meningkatkan layanan penyelenggaraan ibadah haji. Seperti pada tahun ini, ada beberapa langkah inovasi pada pelaksanaan ibadah haji 1440H/2019 yang bertujuan memberikan kenyamanan bagi jemaah haji.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 25, 2019 06:48 Asia/Jakarta
  • Jemaah haji Indonesia
    Jemaah haji Indonesia

Pemerintah terus berupaya meningkatkan layanan penyelenggaraan ibadah haji. Seperti pada tahun ini, ada beberapa langkah inovasi pada pelaksanaan ibadah haji 1440H/2019 yang bertujuan memberikan kenyamanan bagi jemaah haji.

"Sejumlah inovasi ini mudah-mudahan bisa menjadi jalan kemudahan bagi penyelenggaraan ibadah haji," ujar Kepala Humas Kementerian Agama Rosidin saat memberikan pembekalan kepada 30 orang tim MCH 1440H/2019M di Kementerian Agama, Senin (24/6/2019).

Dia menuturkan ada 12 inovasi pada penyelenggaraan ibadah haji 2019. Kedua belas inovasi tersebut, yakni:

1. Fast track untuk semua embarkasi

2. Penomoran tenda di Arafah dan Mina

3. Sinkronisasi regu/rombongan dengan transportasi udara

4. Penggunaan AC pada tenda di Arafah

5. Kloter berbasis embarkasi

6. Zonasi akomodasi jemaah

7. Katering citarasa daerah

8. Manajemen manasik petugas badal dan safari wukuf, termasuk cadangan badal

9. Optimalisasi penugasan saat Armina, penyesuaian beban kerja

10. Penempatan pos stasioner di jalur jamarat

11. Pelaporan dan monitoring jemaah berbasis TIK (rekam jejak ibadah, informasi jemaah, check in/out, tanazzul, pelaporan katering dan penempatan)

12. Manajemen krisis

Jemaah haji di Masjid Nabawi

Tambahan jumlah tenaga kesehatan haji

Setelah merekrut 1.800 Tenaga Kesehatan Haji Indonesia dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, Kementerian Kesehatan menambah 66 tenaga kesehatan yang terdiri atas 22 dokter dan 44 perawat guna mendukung pelayanan kesehatan bagi jamaah haji menyusul penambahan kuota jamaah haji Indonesia dari 221.000 menjadi 231.000.

Siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan bahwa tambahan tenaga kesehatan tersebut akan mendukung pelayanan bagi 22 kelompok terbang (kloter) jamaah haji tambahan.

Guna mempersiapkan tenaga kesehatan tambahan tersebut, Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan akan menyelenggarakan pelatihan terintegrasi pada 27-29 Juni 2019.

"Semua mengikuti, tenaga bertambah, obat, vaksin, dan makanan tambahan bagi jemaah yang sakit juga kami siapkan," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka. Sebagaimana dikutip Parstodayid dari Antaranews, Selasa (25/06).

Eka mengatakan Kementerian Kesehatan juga melakukan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan untuk memastikan warga Muslim yang tahun ini dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci di Arab Saudi mampu menunaikan ibadah haji. Jamaah haji yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan saat ini semuanya sudah mendapatkan vaksinasi meningitis meningokokus.

Pemerintah mengimbau jamaah haji selalu menjaga kesehatan. "Jemaah haji harus menyiapkan kesehatan dengan baik, obat-obatan pribadi harus dibawa. Obat-obatan yang dibawa jangan ditaruh di koper tapi di tas tenteng. Jangan menahan kencing, banyak minum, dan banyak istirahat kalau lelah," kata Eka.

Selain menambahkan tenaga kesehatan haji, pemerintah memperbanyak fasilitas kesehatan untuk jamaah haji Indonesia di kawasan Mekkah dan Madinah, Arab Saudi.

Pemerintah sudah menyiapkan dua Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mekkah maupun Madinah.

143 ribu paspor haji akan proses visa

Tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) terus mengebut proses pembuatan visa jemaah haji Indonesia tahun 1440H/2019M. Sampai saat ini, sudah lebih 143 ribu paspor jemaah haji masuk dalam proses pembuatan visa.

“Lebih 143 ribu paspor sudah terkumpul. Sebagian besar sudah dikelompokan (grouping) berdasarkan kloter untuk diajukan pembuatan visa,” ujar  Kasubdit Dokumen Haji Reguler Nasrullah Jasam di Jakarta, Selasa (25/6/2019). Demikian dilaporkan Liputan6, Selasa (25/06).

Menurut Nasrullah, data paspor jemaah yang sudah dikelompokan berdasarkan kloter ini selanjutnya akan dikirim ke Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah untuk dilakukan pemaketan layanan.

Layanan antara lain mencakup: akomodasi Makkah, akomodasi Madinah, dan katering masya'ir (Armina). Usai pemaketan layanan, KUH KJRI di Jeddah akan menginput data tersebut ke dalam sistem pemvisaan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

“Sampai hari ini, ada 5.000 visa jemaah dan 3000 visa petugas yang sudah terbit,” lanjutnya.

Menurut Nasrullah, saat ini sudah lebih 100 ribu paspor jemaah yang selesai dikelompokkan berdasarkan kloter dan sudah dikirim ke KUH untuk dilakukan pemaketan layanan.