PGRI: Pidato Mendikbud Tidak Ada yang Baru !
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i75895-pgri_pidato_mendikbud_tidak_ada_yang_baru_!
Pidato menjelang Hari Guru Nasional 2019 yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim memicu reaksi dari berbagai kalangan.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 24, 2019 08:54 Asia/Jakarta
  • Mendikbud RI, Nadiem Makarim
    Mendikbud RI, Nadiem Makarim

Pidato menjelang Hari Guru Nasional 2019 yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim memicu reaksi dari berbagai kalangan.

Pernyataan singkat sepanjang dua halaman yang viral di media sosial mendapat komentar positif dari netizen. Nadiem dipuji karena dianggap mampu memberi harapan untuk perubahan di bidang pendidikan.

Tapi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi menilai tak ada hal baru dari pidato tersebut.

Nadiem meminta guru melakukan berbagai perubahan tanpa harus menunggu perintah, dan menyinggung sejumlah kendala yang kerap dihadapi guru mulai dari kurikulum hingga birokrasi. Menurut Unifah, sejumlah poin yang dijelaskan Nadiem sejak lama telah disampaikan PGRI. 

Unifah mengatakan, PGRI sejak dulu telah meminta agar pemerintah menyederhanakan sistem pembelajaran maupun aturan bagi guru di Indonesia. Namun hal itu kerap terhambat birokrasi. Oleh karena itu, PGRI memandang perlu kajian secara menyeluruh dan hati-hati untuk menentukan sistem pembelajaran yang tepat. Lebih dari itu, harus  dipastikan kondisi guru agar mampu mengikuti keinginan dari pidato yang disampaikan Nadiem.

Dalam pidatonya, Nadiem menjelaskan sejumlah perubahan kecil yang dapat dilakukan guru, di antaranya dengan mengajak kelas berdiskusi, memberikan kesempatan pada murid untuk mengajar di kelas, hingga menemukan bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. Tapi menurut Unifah, Nadiem harus memperhatikan kondisi guru terlebih dulu agar lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan. Sementara pemerintah selama ini masih berkutat dengan masalah keterbatasan jumlah guru dan ribuan guru berstatus honorer.

Pandangan senada juga disampaikan pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jimmy Philip Paat. Ia menilai isi pidato Nadiem tidak berbeda dengan yang pernah disampaikan para mendikbud di era sebelumnya, tapi ia memahami segmen yang disasar sehingga pidatonya menuai pujian.

Menurut Jimmy, segmen itu adalah pengguna aktif media sosial yang rata-rata kategori milenial seperti dirinya. Strategi itu pun dinilai berhasil dilakukan Nadiem karena hampir sebagian besar komentar bernada positif.(PH)