Indonesia dan Iran Bahas Perkembangan Virus Corona
-
Ilustrasi virus Corona.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi melakukan komunikasi via telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Mohamad Javad Zarif pada Rabu (18/3/2020).
Dikatakan oleh Pelaksana Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan (BDSP) Kementerian Luar Negeri, Achmad Rizal Purnama, kedua menlu tersebut melakukan diskusi perlihat perkembangan wabah virus corona (Covid-19).
"Pertama, Ibu Menlu tekankan simpati dan condolences bangsa Indonesia dan rakyat Indonesia kepada rakyat Iran terkait dengan meningkatnya jumlah yang terinfeksi Covid-19 di Iran," ungkap Rizal melalui teleconference dengan wartawan pada Kamis (19/3/2020) seperti dilansir situs Rmol.id.
Selain itu, kedua menlu juga melihat perkembangan corona di dunia saat ini penting untuk direspons dengan cara meningkatkan kerja sama internasional.
Pasalnya, saat ini seluruh negara di dunia berupaya untuk melindungi diri dari penyebarluasan virus. Namun, aspek kerja sama internasional tetap harus didorong untuk mengatasi penyebaran wabah.
"Fenomena Covid-19 adalah fenomena global yang tidak bisa diselesaikan oleh satu negara dnegan negara lainnya tanpa koordinasi dan kolaborasi," lanjutnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Iran, wabah virus corona telah menginfeksi 18.407 warga Iran per 19 Maret 2020. Total korban jiwa di Iran telah mencapai 1.284 orang. Pasien yang dinyatakan sembuh berjumlah 5.979 orang.
Sementara itu, jumlah pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia terus bertambah. Pasien terjangkit bertambah 82 kasus hingga Kamis ini.
“Total kasus 309 dan yang sudah sembuh 15 orang dan meninggal 25 orang,” kata juru bicara penanganan kasus virus corona Achmad Yurianto dalam telenconference di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur.
"Kasus tersebar di berbagai daerah. Mulai DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Utara, hingga Bali," tambahnya seperti dilansir situs Medcom.id.
Penambahan kasus terbanyak berada di DKI Jakarta sebanyak 52 orang. Total kasus di DKI Jakarta mencapai 210 orang.
DKI Jakarta juga menjadi daerah dengan tambahan korban jiwa, mencapai lima orang. Artinya, total korban jiwa di DKI Jakarta menjadi 17 orang. Sementara kasus sembuh tercatat 15 orang. Angka itu bertambah 4 dari sebelumnya 11 orang.
Dia mengatakan angka bersifat dinamis. Jumlah kasus baru bisa meningkat dengan cepat dan berubah setiap saat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus korona sebagai pandemi. Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, medio November 2019.
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana telah menjalani tes deteksi virus corona. Presiden Jokowi mengumumkan hasil tes deteksi Covid-19 Kamis pagi di Istana Bogor, 19 Maret 2020. Dari hasil yang diterima, keduanya dinyatakan negatif virus corona covid-19.
Jokowi juga berterima kasih dan mengapresiasi tenaga medis yang tengah bekerja. Tenaga medis tak lelah bekerja keras penuh dedikasi dalam melayani dan merawat para pasien positif korona.
Jokowi mengimbau masyarakat mencegah penyebaran covid-19 dengan melakukan social distancing. Masyarakat diminta tetap belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. (RM)