Rahbar Hadiri Peringatan Kesyahidan Imam Ridha as
-
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.
Warga Iran di berbagai daerah di negara ini menghadiri acara peringatan kesyahidan Imam Ridha as pada hari Kamis, 7 Oktober 2021 atau 30 Safar 1443 H.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei juga menghadiri acara tersebut di Huseiniyah Imam Khomeini ra di Tehran.
Menurut situs kantor Rahbar, Hujjatul Islam wal Muslimin Rafi'i menyampaikan pidato dalam acara tersebut. Dia menyinggung riyawat dari Imam Ridha as tentang harapannya kepada para pengikutnya.
Berdasarkan riwayat yang dikutip, yang diharapkan Imam Ridha as dari pengikutnya adalah rasionalitas dalam urusan, bersikap moderat yaitu berjalan di jalur Velayat dan menghindari ifrath dan tafrith, menjadikan al-Quran dan Sunnah sebagai poros dalam kehidupan dan bermasyarakat, patuh terhadap syariat dan melaksanakan kewajiban.
Para pelantun syair-syair keutamaan Ahlul Bait as juga hadir dalam acara tersebut untuk menyampaikan kemuliaan keluarga Rasulullah Saw dan melantunkan ratapan duka yang dialami oleh orang-orang mulia pilihan Allah Swt itu.
Tanggal 30 Safar 203 H, Imam Ali bin Musa as atau lebih dikenal dengan Ridha, yang merupakan keturunan dari Rasulullah Saw, gugur syahid. Imam Ridha as lahir pada tahun 148 Hijriah di kota Madinah.
Beliau menjadi pemimpin umat Islam setelah ayahnya, Imam Musa Kadhim as gugur syahid. Beliau dipanggil Ridha karena sikap rela dan gembira menerima apa yang dikaruniakan kepadanya.
Makmun, Khalifah Bani Abbas pada tahun 200 Hijriah memerintahkan Imam Ridha as untuk pergi ke Marv, yang terletak di tenggara Turkmenistan sekarang yang dulunya merupakan bagian dari Khorasan Besar. Meskipun pada lahirnya Makmun melantik Imam Ridha menjadi penggantinya, tetapi sebenarnya dia berniat untuk memperkokohkan pemerintahannya sendiri. Dalam kondisi ini, Imam terpaksa menerimanya.
Kedudukan tinggi ilmu dan spiritual Imam Ridha as dan pengaruhnya yang semakin besar di masyarakat membuat khawatir Makmun dan dia takut kedudukannya terancam. Akhirnya Makmun meracuni Imam Ridha as.
Di antara kata-kata hikmah yang dapat dipetik dari kata-kata Imam Ridha as adalah "Hamba Allah terbaik adalah mereka yang merasa senang setiap kali berbuat baik dan segera meminta ampunan setiap kali berbuat salah. Mereka akan menyukuri setiap nikmat yang dianugerahkan kepadanya dan saat dililit masalah mereka tetap bersabar dan tidak murka." (RA)