Abdollahian: Kesepakatan yang Baik Bisa Dicapai dalam Waktu Dekat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i115412-abdollahian_kesepakatan_yang_baik_bisa_dicapai_dalam_waktu_dekat
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, jika pihak Amerika Serikat, dan tiga negara Eropa serius dalam melaksanakan kembali secara penuh komitmen JCPOA-nya, maka kesepakatan yang baik bisa dicapai dalam waktu dekat.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Feb 14, 2022 21:22 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian
    Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, jika pihak Amerika Serikat, dan tiga negara Eropa serius dalam melaksanakan kembali secara penuh komitmen JCPOA-nya, maka kesepakatan yang baik bisa dicapai dalam waktu dekat.

Hossein Amir Abdollahian, Senin (14/2/2022) dalam jumpa pers bersama dengan Menlu Irlandia Simon Coveney di Tehran terkait Perundingan Wina menuturkan, "Republik Islam Iran siap untuk mencapai kesepakatan yang baik."

Ia menambahkan, pihak Barat daripada bersikap berdasarkan keterkejutan, daripada bermain dengan isi kesepakatan, dan daripada bermain dengan waktu, lebih baik menunjukkan tekad nyata mereka untuk kembali ke komitmen penuh di bawah kesepakatan nuklir JCPOA.

Menurut Abdollahian, Republik Islam Iran melanjutkan perundingan dan upayanya dengan rasionalitas yang kokoh. Tujuan Iran adalah pencabutan total sanksi sesuai kesepakatan JCPOA yang didukung masyarakat internasional pada tahun 2015.

Menlu Iran menegaskan, jika hari ini di Wina dicapai kesepakatan, dan sanksi-sanki Iran dicabut, maka itu lebih baik bagi Iran daripada hal ini terjadi esok hari.

"Pada saat yang sama Iran tidak terburu-buru untuk sampai pada sebuah kesepakatan yang baik dalam kerangka perundingan yang rasional, dan akses ke hak serta kepentingan rakyat Iran," pungkasnya.

Menlu Iran menjelaskan, "Amerika Serikat melalui perantara negara lain menyampaikan pesan kepada Iran bahwa mereka punya niat baik untuk mencapai kesepakatan yang baik, tapi sampai saat ini tidak terjadi peristiwa nyata di muka bumi yang menafsirkan niat baik yang diklaim AS itu." (HS)