Rouhani Optimis Iran akan Capai Inflasi Satu Digit
Presiden Iran Hassan Rouhani, mengatakan hak-hak nuklir bangsa Iran telah diakui dan resolusi-resolusi kejam dihapus dalam perundingan nuklir.
Ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan para pimpinan lembaga tinggi negara, lembaga negara, pejabat pemerintah dan militer dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei di Tehran, Selasa (14/6/2016) sore.
Rouhani menyebut langkah pertama pasca penghapusan sanksi adalah mengakses pasar ekspor minyak, dan menambahkan dalam hal ini, Iran hampir mencapai kondisi sebelum sanksi.
"Produksi kondesat dari 270 ribu barel per hari menjadi 390 ribu bare dalam beberapa bulan terakhir. Ekspor minyak mentah naik menjadi 2 juta barel per hari dan produksi minyak juga dari 2,7 juta barel menjadi 3,8 juta barel," paparnya.
Terkait kinerja pemerintah di sektor ekonomi, Rouhani menerangkan bahwa pemerintah memprioritaskan pengendalian laju inflasi dan mampu menurunkan angka inflasi dari 40,1 persen selama hampir dua tahun lalu menjadi 11,9 persen pada akhir tahun lalu dan inflasi akan menjadi satu digit pada bulan-bulan depan.
Di sektor perdagangan luar negeri, lanjutnya, Iran merasakan perubahan positif di mana neraca perdagangan rata-rata minus 25 miliar dolar selama delapan tahun lalu, tetapi kali ini neraca perdagangan Iran surplus untuk pertama kalinya.
"Tahun lalu, ekspor non-minyak Iran untuk pertama kalinya setelah 60 tahun menyalip impor non-minyak," tegas Rouhani.
Berkenaan dengan instruksi Rahbar untuk membentuk tim penindaklanjut program ekonomi muqawama, Rouhani mengatakan tim tersebut sejauh ini telah menggelar 19 pertemuan dan 110 proyek berada dalam prioritas mereka. (RM)