IRGC: NATO Arab Tak Punya Kemampuan Hadapi Poros Perlawanan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i125090-irgc_nato_arab_tak_punya_kemampuan_hadapi_poros_perlawanan
Deputi Politik Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC menyinggung kekalahan koalisi-koalisi terdahulu buatan Amerika Serikat, Arab Saudi dan Rezim Zionis. Menurutnya koalisi baru, NATO Arab, fondasinya rapuh dan tidak punya kemampuan menghadapi poros perlawanan.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jul 11, 2022 16:20 Asia/Jakarta
  • Deputi politik IRGC, Brigjen Yadollah Javani
    Deputi politik IRGC, Brigjen Yadollah Javani

Deputi Politik Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC menyinggung kekalahan koalisi-koalisi terdahulu buatan Amerika Serikat, Arab Saudi dan Rezim Zionis. Menurutnya koalisi baru, NATO Arab, fondasinya rapuh dan tidak punya kemampuan menghadapi poros perlawanan.

Brigadir Jenderal Yadollah Javani, Minggu (10/7/2022) mengatakan, "Ketika AS, Rezim Zionis dan Saudi berada di puncak kekuatan, pembentukan koalisi-koalisi mereka untuk menghadapi poros perlawanan dan Republik Islam, tidak membuahkan apa pun selain kekalahan dan kegagalan."

Ia menambahkan, "Sebagai contoh, lebih dari 40 tahun sudah Dewan Kerja Sama Teluk Persia, PGCC didirikan, sebuah dewan yang tidak punya apa pun untuk diperhatikan dalam dunia nyata, selain nama dan kegaduhannya di media."

Brigjen Javani menambahkan, "Contoh lain, koalisi dan aliansi yang dibentuk oleh Uni Emirat Arab dan Saudi dibantu puluhan negara lain untuk menghadapi negara tertindas Yaman, hasilnya tidak lain hanya kekalahan memalukan bagi mereka, dan ini juga adalah kekalahan besar bagi mereka."

"Contoh ketiga dari koalisi-koalisi ini adalah koalisi yang dibentuk oleh AS, Saudi, bersama Rezim Zionis dan beberapa negara Eropa serta negara kawasan, sekitar 100 negara dengan target yang jelas, yaitu menggulingkan pemerintah Suriah, dan menghancurkan poros perlawanan, namun semua orang menyaksikan kekalahan telak yang mereka terima, dan hari ini poros perlawanan lebih kuat dari sebelumnya, dan tetap hidup," papar Javani.

Ia menegaskan, "Oleh karena itu dapat dengan mudah diprediksi bahwa koalisi baru adalah koalisi dengan fondasi lemah, dan tidak akan punya kemampuan menghadapi poros perlawanan dan Republik Islam Iran." (HS)