Dukung Iran, Rusia Persoalkan Standar Ganda Barat
Maria Zakharova, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia bereaksi terhadap kemungkinan sanksi Uni Eropa terhadap Iran.
Pada hari Senin, di akhir pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Luksemburg, Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengumumkan niat Uni Eropa untuk melakukan penyelidikan terhadap peran Iran dalam memasok senjata dan alutsista ke Rusia, dengan mengatakan, "Jika bukti ditemukan, maka sanksi keras akan dijatuhkan terhadap Iran,".
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menulis dalam sebuah catatan di saluran Telegramnya hari Selasa (18/10/2022) menyinggung klaim pejabat kebijakan luar negeri Uni Eropa dengan mengatakan, "Apakah Borrell sudah menangani pemboman Nord Stream?"
"Rupanya, setelah pernyataan Washington bahwa AS tertarik untuk memotong gas melalui pipa-pipa ini (Nord Stream) ke Eropa, keinginan untuk melakukan penyelidikan di kalangan pejabat tinggi Uni Eropa telah hilang sama sekali. Mereka memutuskan untuk pergi ke Iran secara tiba-tiba," ujar Zakharova.
Sebelumnya, muncul rumor yang belum dikonfirmasi tentang pengiriman drone Iran ke Rusia, tapi telah dibantah berkali-kali oleh pihak berwenang Iran.
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Portugal menekankan sikap netral negaranya dalam krisis Ukraina, dengan mengatakan, "Republik Islam Iran tidak memasok senjata apapun untuk digunakan dalam perang Ukraina,".
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Portugal Joao Gomez Cravinho hari Jumat (14/10/2022) mengatakan, "Mempersenjatai salah satu kubu dalam krisis akan memperpanjang perang. Jadi kami belum dan tidak menganggap perang sebagai cara yang benar baik di Ukraina, Afghanistan, Suriah atau Yaman,".
Pada Senin malam, seorang pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya membantah klaim bias pemerintah AS tentang Iran yang mengirim drone ke Rusia.
Menurut Al Jazeera, seorang pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya mengatakan, "Kami tidak dapat mengkonfirmasi bahwa drone yang digunakan oleh Rusia untuk menargetkan Kiev dibuat oleh Iran."(PH)