Menlu Iran: Rezim Zionis Berupaya Hapus Sejarah dan Identitas Palestina
Hossein Amirabdollahian, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan bahwa tindakan berbahaya yang dilakukan rezim Zionis untuk menghilangkan sejarah dan identitas Palestina di wilayah pendudukan.
Menlu Iran, Hossein Amirabdollahian di sela-sela pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam di Jeddah pada Selasa malam (5/3/2024) di hadapan para jurnalis mengatakan, "Permintaan eksplisit kami kepada negara-negara Islam adalah memutus hubungan diplomatik dengan rezim Zionis sesegera mungkin, berhenti mengirim dan membeli barang dari rezim Zionis yang harus dilakukan pada tingkat negara-negara Islam,".
"Tidak ada perbedaan pendapat yang serius dalam menyatakan posisi negara-negara Islam dalam mendukung Gaza, namun yang dibutuhkan Palestina saat ini untuk mendukung mereka bukanlah puas dengan pernyataan politik," kata Amirabdollahian.
"Saat ini Amerika berbicara tentang bantuan kemanusiaan, tindakan ini munafik. Sebab, Amerika berada di pihak Israel dalam perang ini, namun Amerika Serikat mengambil kendali untuk mengelola perang," tegasnya.
Menlu Iran menekankan bahwa rezim Zionis harus diadili sebagai penjahat perang di Mahkamah Internasional.
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian berangkat ke Jeddah pada hari Selasa untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri luar negeri Organisasi Kerja Sama Islam mengenai Gaza dan memberikan pidato pada pertemuan tersebut.
Rezim Zionis yang didukung negara-negara Barat melancarkan pembantaian besar-besaran di Gaza yang menyebabkan lebih dari 30.000 warga Palestina gugur, dan 70.000 lainnya terluka.(PH)